KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Konflik antara Iran dan Israel mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha di Kabupaten Bekasi. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tersebut dikhawatirkan memicu dampak ekonomi yang dapat merembet hingga kawasan industri terbesar di Asia Tenggara ini.
Kabupaten Bekasi diketahui memiliki sedikitnya 11 kawasan industri dengan lebih dari 7.000 perusahaan yang beroperasi. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu tulang punggung sektor manufaktur nasional.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi, M. Yusuf Wibisono, mengatakan para pengusaha saat ini mulai mencermati perkembangan konflik Iran-Israel karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Baca Juga:Situasi Timur Tengah Belum Aman, Jemaah Umrah Bekasi Diimbau Tunda Keberangkatan Cek Harga Sembako di Pasar Tambun, Pemkab Bekasi Pastikan Stok Aman Meski Ada Kenaikan
“Kekhawatiran pengusaha di Kabupaten Bekasi terkait perang Iran-Israel utamanya adalah dampak ekonomi yang mungkin terjadi,” kata Yusuf saat dikonfirmasi Cikarang Ekspres, Kamis (5/2).
Menurutnya, sektor manufaktur menjadi yang paling rentan terdampak. Banyak perusahaan di kawasan industri Bekasi yang masih bergantung pada bahan baku impor, sehingga gangguan jalur perdagangan internasional dapat memicu kenaikan biaya produksi.
Selain itu, konflik tersebut juga berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia yang berimbas pada biaya energi dan transportasi industri.
“Kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan biaya produksi dan distribusi. Selain itu, guncangan pasar keuangan global juga bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah,” jelasnya.
Yusuf menambahkan, gangguan rantai pasok global juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi ketersediaan bahan baku maupun komponen industri. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memicu kenaikan inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
Meski demikian, hingga saat ini Apindo Kabupaten Bekasi belum menerima laporan resmi mengenai dampak signifikan terhadap aktivitas industri. Namun beberapa pelaku usaha mulai merasakan kenaikan biaya operasional, terutama pada sektor transportasi.
“Saat ini belum ada laporan resmi tentang kenaikan biaya logistik akibat perang Iran–Israel. Namun beberapa pengusaha mulai melaporkan kenaikan harga bahan bakar dan biaya transportasi,” ujarnya.
