Dokumen Rahasia DOJ Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein Ciptakan ‘Pabrik Bayi’, Disebut Mirip Program Eugenika Nazi

Dokumen rahasia AS kembali menyingkap sisi gelap Jeffrey Epstein, termasuk dugaan ambisi ekstrem terkait rekay
Dokumen rahasia AS kembali menyingkap sisi gelap Jeffrey Epstein, termasuk dugaan ambisi ekstrem terkait rekayasa genetika.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Rangkaian dokumen rahasia Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang dirilis pada awal 2026 kembali membuka sisi gelap Jeffrey Epstein.

Selain dikenal sebagai predator seksual kelas kakap, Epstein diduga menyimpan ambisi ekstrem untuk menciptakan generasi manusia unggul melalui rekayasa genetika dan kecerdasan buatan.

Dokumen investigasi mengungkap gagasan kontroversial Epstein tentang konsep yang ia sebut sebagai “pabrik bayi”, sebuah ide yang memosisikan tubuh perempuan semata-mata sebagai alat reproduksi biologis, tanpa mempertimbangkan persetujuan, martabat, maupun nilai kemanusiaan.

Rencana Menghamili Perempuan di Peternakan New Mexico

Baca Juga:Menkeu Purbaya Tekankan Percepatan Investasi dan Belanja Negara untuk Jaga Stabilitas Ekonomi NasionalPurbaya Dorong Pansel OJK Segera Dibentuk, Mundurnya Pimpinan Dinilai Jadi Sinyal Positif

Melansir laporan The Guardian Kamis, (5/2/2026), Epstein disebut merancang rencana untuk menghamili banyak perempuan di peternakan luas miliknya di New Mexico.

Tujuannya adalah melahirkan keturunan dengan DNA dirinya, yang ia pandang sebagai bagian dari proyek jangka panjang menciptakan manusia yang ia anggap “unggul”.

Dokumen tersebut menilai gagasan ini sebagai ideologi ekstrem, karena menghapus prinsip etika, hak asasi manusia, serta otonomi tubuh perempuan.

Dalam konsep ini, manusia diperlakukan layaknya mesin produksi, bukan individu dengan kehendak dan hak.

Yang paling mengkhawatirkan, obsesi Epstein ini dinilai memiliki kemiripan historis dengan program Lebensborn yang dijalankan oleh rezim Nazi Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler.

Berdasarkan catatan United States Holocaust Memorial Museum, program Lebensborn didirikan pada 1935 oleh organisasi elit SS yang dipimpin Heinrich Himmler.

Tujuan utamanya adalah memproduksi secara massal generasi ras “Arya” yang dianggap paling unggul secara biologis.

Beberapa praktik kelam dalam program tersebut antara lain:

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Kampung Cijambe Cikarang Selatan, Api Membesar Saat Warga Menunggu DamkarWarga Bantaran Kali Bekasi Siap Bongkar Rumah Demi Tanggul Permanen, Banjir Datang Hampir Setiap Tahun

Anggota SS dipaksa menjadi “sumber bibit”, sementara perempuan yang terlibat harus membuktikan kemurnian ras hingga beberapa generasi.

Penculikan anak di wilayah pendudukanSelama Perang Dunia II, anak-anak dari negara yang diduduki Nazi diculik jika dianggap memenuhi kriteria fisik “Arya”, lalu dipaksa menjadi warga Jerman.

Sekitar 10.000 anak menjadi korban eksperimen sosial ini, kehilangan identitas, keluarga, dan akar budaya mereka secara permanen.

Para peneliti menilai, meskipun konteks sejarahnya berbeda, pola pikir eugenika yang muncul dalam rencana Epstein menunjukkan kemiripan yang mengkhawatirkan.

0 Komentar