Terungkap di Epstein Files: Jeffrey Epstein Sudah Bahas Bitcoin dan Kripto Sejak 2011

Dokumen Epstein Files membuka fakta baru tentang Jeffrey Epstein, termasuk ketertarikannya pada Bitcoin dan kr
Dokumen Epstein Files membuka fakta baru tentang Jeffrey Epstein, termasuk ketertarikannya pada Bitcoin dan kripto sejak 2011.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Dokumen investigasi Epstein Files kembali membuka sisi lain dari sosok Jeffrey Epstein yang selama ini dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual kelas kakap.

Di luar skandal yang menyeret nama-nama elite dunia, berkas tersebut mengungkap fakta menarik seperti Epstein ternyata sudah menaruh minat pada Bitcoin dan teknologi kripto sejak 2011, saat aset digital itu masih dianggap eksperimen pinggiran.

Temuan ini muncul dari rangkaian korespondensi email dan catatan internal yang kini dibuka ke publik oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).

Baca Juga:Dokumen Rahasia DOJ Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein Ciptakan ‘Pabrik Bayi’, Disebut Mirip Program Eugenika NaziMenkeu Purbaya Tekankan Percepatan Investasi dan Belanja Negara untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Dalam dokumen tersebut, nama Jeffrey Epstein tercatat beberapa kali muncul dalam diskusi mengenai Bitcoin, blockchain, dan aset kripto pada periode 2011, 2014, hingga 2015.

Pada 2011, Bitcoin belum dikenal luas. Saat itu, harga 1 BTC hanya sekitar 0,67 dolar AS, dan penggunaannya masih terbatas di kalangan pengembang teknologi serta komunitas kriptografi.

Namun Epstein disebut sudah melihat potensi teknologi ini, bahkan menilai blockchain sebagai sistem keuangan alternatif yang bisa berkembang pesat di masa depan.

Dokumen Epstein Files juga mencatat ketertarikan Epstein terhadap XRP pada 2014.

Sebagai catatan, XRP baru diluncurkan secara resmi pada 2012, sehingga diskusi tersebut menunjukkan bahwa Epstein cukup cepat mengikuti perkembangan kripto generasi awal.

Meski tidak ditemukan data pasti soal jumlah aset digital yang dimiliki Epstein, dokumen menyebut ia menanamkan dana jutaan dolar AS ke sejumlah startup berbasis Bitcoin.

Nilai tersebut, jika dikonversi saat ini, setara puluhan miliar rupiah, angka yang tergolong besar untuk fase awal industri kripto.

Jika Investasi Sejak 2011, Nilainya Melejit Ekstrem

Sebagai perbandingan perkembangan harga Bitcoin:

2011: ± 0,67 dolar AS

2014: ± 607 dolar AS

4 Februari 2026: ± 76.448 dolar AS per BTC

Secara matematis, jika Epstein benar-benar berinvestasi sejak 2011, maka nilai asetnya berpotensi melonjak lebih dari 114 ribu kali lipat hingga awal 2026.

Baca Juga:Purbaya Dorong Pansel OJK Segera Dibentuk, Mundurnya Pimpinan Dinilai Jadi Sinyal PositifKebakaran Rumah di Kampung Cijambe Cikarang Selatan, Api Membesar Saat Warga Menunggu Damkar

Fakta ini memunculkan spekulasi bahwa Epstein bukan sekadar mengikuti tren, melainkan termasuk early observer, bahkan investor awal di ekosistem kripto.

Meski terlihat visioner dalam membaca arah teknologi finansial, banyak pengamat menegaskan bahwa ketertarikan Epstein pada kripto tidak dapat memisahkan diri dari rekam jejak kriminalnya.

0 Komentar