Wulan menegaskan ciri khas dodol Betawi terletak pada teksturnya yang kenyal dan rasa manis yang pas. Tradisinya pun identik dengan momen menjelang Lebaran.
“Kalau dodol Betawi itu kenyal manis seperti biasanya, tapi yang membedakan tradisinya dibuat menjelang Lebaran,” imbuhnya.
Sementara itu, Cacah Cahyo, salah satu pekerja yang telah hampir tiga tahun mengaduk dodol, mengaku pekerjaan tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya menjelang Ramadan.
Baca Juga:Melintang di Atas Jalan, Puluhan Spanduk Liar di Tanjungpura–Dengklok Ditertibkan Satpol PPBB Tour & Travel Karawang Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Bagikan Umrah Gratis
“Satu kuali diaduk dua orang. Ngaduknya delapan jam, mulai dari jam 7 pagi sampai sekitar jam 5 sore,” pungkasnya. (Iky)
