KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bekasi terus meroket sejak memasuki Ramadan. Pemerintah daerah menilai perlu adanya tambahan pasokan agar lonjakan harga tidak semakin tinggi menjelang Lebaran 2026.
Berdasarkan pantauan di Pasar Tambun, Kamis (5/3), harga cabai rawit merah telah menembus Rp100.000 per kilogram. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan awal pekan ini yang masih berada di kisaran Rp90.000 per kilogram.
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan angka kenaikan tertinggi di momen ramadan. Bahkan, di kala komoditas lain mulai turun, harga cabai rawit merah justru kian pedas. Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau yang kini dibanderol Rp 50.000 per kilogram atau naik Rp 5.000 dibandingkan awal pekan kemarin.
Baca Juga:Ini Catatan BPK untuk Pemkab Bekasi: Tindak Lanjut Temuan Baru 75,59 PersenPerang Timur Tengah Berdampak ke Indonesia, Imigrasi Siapkan Izin Tinggal Darurat untuk WNA Overstay
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif terkendali. Namun lonjakan harga cabai rawit memang cukup signifikan karena meningkatnya permintaan selama Ramadan.
“Secara keseluruhan harga masih relatif aman. Tapi memang yang signifikan itu tadi cabai (rawit), itu bisa dari 45.000 sampai 100.000 rupiah. Kalau yang lain cuma 2.000-3.000 rupiah naiknya. Ini memang karena kebutuhan Pak, bulan Ramadan. Jadi karena kebutuhan bulan Ramadan, harga semakin kesini mendekati Idul Fitri, pasti barang naik. Tapi kalau barang ada semua. Bukan barang yang langka, tapi barang yang ada,” kata Asep Surya Atmaja yang meninjau langsung harga di Pasar Tambun.
Selain cabai rawit, kata Asep, komoditas lainnya pun sebenarnya mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditas tersebut seperti gula pasir, telur, daging ayam dan sapi. Namun kenaikan tidak signifikan sehingga masih terkendali. Sedangkan untuk rawit perlu penanganan tambahan.
Asep mengatakan, pihaknya telah menyiapkan operasi pasar untuk mengendalikan harga.
“Saat ini kami melihat langsung melihat apa saja barang-barang yang memang naik atau melonjak atau barang-barang yang langka. Tapi kalau tadi saya menanjak langsung ke dagang, barang-barang aman, terkendali. Namun kami sudah siapkan operasi pasar untuk mengendalikan harga di pasaran,” ucap dia.
