KBEONLINE.ID – Pernah menjadi aplikasi wajib di hampir setiap ponsel Android, SHAREit kini perlahan kehilangan tempat di hati penggunanya. Aplikasi yang dulu identik dengan kecepatan dan kemudahan dalam berbagi file ini justru mulai ditinggalkan, terutama oleh generasi muda yang dulu menjadi pengguna paling setia.
Fenomena ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Ada perubahan besar yang membuat SHAREit beralih dari aplikasi favorit menjadi aplikasi yang justru dihindari. Dari yang awalnya simpel dan fungsional, kini dianggap berat, penuh iklan, bahkan berisiko dari sisi keamanan.
Pernah Jadi Solusi di Era Internet Mahal
Saat pertama kali populer sekitar tahun 2013 hingga 2014, SHAREit hadir sebagai jawaban atas keterbatasan teknologi saat itu. Di masa ketika kuota internet masih mahal dan Bluetooth terkenal lambat, SHAREit menawarkan solusi revolusioner melalui teknologi Wi-Fi Direct. Pengguna bisa mengirim file dengan kecepatan tinggi tanpa harus menggunakan kuota internet.
Baca Juga:Juara Bertahan Masih Terlalu Kuat! PSG Singkirkan Liverpool dan Melaju ke Semifinal Liga ChampionsDRAMATIS! Barcelona TERSINGKIR, Atletico Madrid Lolos ke Semifinal Liga Champions
Keunggulan ini membuat SHAREit cepat melejit. Aplikasi ini bahkan mampu mengirim file ratusan kali lebih cepat dibanding Bluetooth, sesuatu yang sangat dibutuhkan pada saat itu. Tidak heran jika dalam waktu singkat, SHAREit menjadi aplikasi yang hampir selalu ada di setiap ponsel Android, bahkan sering kali sudah terpasang sebagai aplikasi bawaan.
Pertumbuhannya pun sangat masif. SHAREit berhasil menembus lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, aplikasi ini menjadi “andalan” untuk berbagi lagu, video, hingga aplikasi antar teman, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Berubah Arah, Dari Simpel Jadi Penuh Gangguan
Namun, masa kejayaan tersebut perlahan mulai memudar setelah SHAREit mengalami perubahan besar, terutama setelah tidak lagi berada di bawah naungan Lenovo. Aplikasi ini mulai kehilangan fokus utamanya sebagai alat kirim file yang sederhana.
SHAREit kemudian berkembang menjadi aplikasi serba ada dengan berbagai fitur tambahan seperti video, game, hingga berita. Sayangnya, perubahan ini justru menjadi bumerang. Ukuran aplikasi menjadi semakin besar dan performanya terasa berat, terutama untuk ponsel dengan spesifikasi rendah.
Tidak hanya itu, kehadiran iklan yang berlebihan semakin memperburuk pengalaman pengguna. Iklan muncul di berbagai bagian aplikasi, bahkan hingga ke bilah notifikasi. Belum lagi konten-konten video dengan thumbnail yang bersifat clickbait atau kurang pantas, yang membuat citra aplikasi semakin menurun di mata pengguna.
