Tavares Soroti Masalah Lini Belakang Persebaya: Terlalu Mudah Kebobolan

Bernardo Tavares
Tavares Soroti Masalah Lini Belakang Persebaya: Terlalu Mudah Kebobolan
0 Komentar

kbeonline.id – Performa Persebaya Surabaya kembali mendapat sorotan tajam usai kekalahan telak dari Persija Jakarta pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Bajul Ijo harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-3.

Kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga membuka kembali masalah klasik yang belum terselesaikan sepanjang musim—rapuhnya lini pertahanan.

Masalah Lama yang Belum Tuntas

Pelatih Bernardo Tavares tak bisa menutupi kekecewaannya. Ia menilai bahwa jumlah kebobolan timnya sudah berada di titik yang mengkhawatirkan, terutama untuk tim yang bersaing di papan atas.

Baca Juga:Dari Pilates ke Gol! Cara Unik Ramon Tanque Jaga PerformaRendah Hati! Sidibe Sebut Suksesnya Berkat Kerja Tim

Hingga pekan ke-27, Persebaya telah kebobolan sebanyak 33 gol. Angka ini menjadi salah satu yang terburuk di antara tim-tim enam besar klasemen sementara.

Fakta ini memperlihatkan bahwa masalah pertahanan bukan sekadar insiden sesaat, melainkan pola yang terus berulang sepanjang musim.

Dampak Besar pada Persaingan Papan Atas

Dalam kompetisi seketat BRI Super League, pertahanan solid sering kali menjadi pembeda antara tim juara dan tim yang hanya sekadar bersaing.

Persebaya sebenarnya memiliki potensi besar di lini depan, namun ketidakseimbangan antara menyerang dan bertahan membuat mereka kesulitan menjaga konsistensi hasil.

Kebobolan yang terlalu mudah bukan hanya merugikan secara skor, tetapi juga berdampak pada mental pemain di lapangan—terutama saat harus mengejar ketertinggalan.

Perbandingan dengan Tim Pesaing

Menariknya, catatan kebobolan Persebaya sejajar dengan Malut United yang juga telah kemasukan 33 gol musim ini. Bedanya, Malut United masih mampu bertahan di posisi empat besar.

Hal ini menunjukkan bahwa Persebaya perlu segera menemukan solusi defensif jika ingin tetap kompetitif hingga akhir musim.

Baca Juga:Erick Thohir Bocorkan Turnamen Pendamping Liga, PSSI dan I.League Siapkan Gebrakan BaruKabar Baik Singo Edan! Bek Muda Andalan Segera Kembali

PR Besar Menuju Sisa Musim

Dengan beberapa laga tersisa, pekerjaan rumah bagi Bernardo Tavares semakin jelas: memperbaiki organisasi pertahanan tanpa mengorbankan agresivitas serangan.

Jika tidak segera dibenahi, celah di lini belakang ini bisa menjadi penghalang terbesar bagi Persebaya untuk mencapai target mereka musim ini.

Sepak bola bukan hanya soal mencetak gol, tapi juga tentang menjaga gawang tetap aman. Dan untuk Persebaya, keseimbangan itu masih belum ditemukan.

0 Komentar