Kartini Masa Kini

Aksi nyata jajaran polwan metro Bekasi
300 paket sembako disalurkan langsung oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Sumarni di tiga titik strategis sekitar Stadion Wibawa Mukti, Jababeka, Cikarang Timur.
0 Komentar

KBEONLINE.ID, BEKASI – Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Bekasi kali ini diwarnai dengan aksi nyata jajaran Polwan Polres Metro Bekasi. Sebanyak 300 paket sembako disalurkan langsung oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Sumarni di tiga titik strategis sekitar Stadion Wibawa Mukti, Jababeka, Cikarang Timur. Sasarannya adalah para pejuang ekonomi keluarga ibu-ibu ojek online dan petugas kebersihan kawasan.

“Polri menyapa masyarakat. Hari ini kami bertemu dengan ibu-ibu ojek online, kemudian ibu-ibu yang bersih-bersih kawasan Jababeka,” ujar Kombespol Sumarni di sela-sela pembagian bantuan, Selasa (21/04).

Menurutnya, aksi ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bentuk dukungan moral. Terutama kepada kaum perempuan dan ibu-ibu yang menjadi tulang punggung keluarga.

Baca Juga:Masalah Irigasi dan Pupuk Jadi Sorotan, DPRD Karawang Dorong Perbaikan Sektor PertanianSemangat Hari Kartini, DP3A Karawang Ajak Perempuan Bangkit dan Berkarya Nyata

“Kami menyapa dan memotivasi para ibu-ibu yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kami juga membagikan tali kasih kepada mereka berupa paket sembako agar mereka bisa semangat bekerja,” tambahnya.

Selain memberikan bantuan, Sumarni juga menitipkan pesan penting bagi para srikandi jalanan ini. Sebagai pihak yang paling banyak menghabiskan waktu di aspal, para pengemudi ojol diharapkan menjadi agen kemanusiaan.

“Apabila melihat peristiwa atau tindak kejatahan segera telepon 110,” terang Sumarni.

Bagi para pengemudi ojek online perempuan atau yang akrab disapa Lady Ojol, bantuan ini merupakan oase di tengah kerasnya jalanan. Maria, yang sehari-hari fokus mengojek di wilayah Cikarang dari pagi hingga malam, mengaku terharu dengan perhatian pihak kepolisian.

“Alhamdulillah, ini kami dapat sembako pak. Kami ojol-ojol di Cikarang ini memang khusus fokus di ojol cewek-cewek semua,” tutur Maria.

Senada dengan Maria, pengemudi ojol lainnya, Santi Magdalena (35) memaknai Hari Kartini sebagai pecutan untuk menjadi mandiri. Baginya, menjadi “Kartini Modern” berarti berjuang agar dapur tetap mengepul tanpa harus terjerat masalah keuangan yang kini marak terjadi.

“Makna Hari Kartini buat kami adalah kami akan semakin semangat lagi bekerja. Karena kami bekerja dan berjuang untuk keluarga, khususnya di rumah agar anak bisa sekolah dan tidak mengalami pinjaman online,” pungkas Santi. (Iky)

0 Komentar