Pemkab Karawang Cetak Sejarah: Bebaskan Biaya LKS dan Luncurkan Modul Pembelajaran Gratis Pertama di Jabar

Pemkab Karawang meluncurkan program LKS gratis bagi SD-SMP dan Modul Pembelajaran Gratis
Pemkab Karawang menorehkan catatan penting di dunia pendidikan meluncurkan program modul pembelajaran gratis bagi seluruh peserta didik tingkat SD dan SMP negeri. Kebijakan pro-rakyat ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang, Kamis (23/7/2026).
0 Komentar

KBEONLINE.IDZ KARAWANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menorehkan catatan penting dalam dunia pendidikan regional dengan resmi meluncurkan program modul pembelajaran gratis bagi seluruh peserta didik tingkat SD dan SMP negeri. Kebijakan pro-rakyat ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang, Kamis (23/7/2026).

Langkah progresif ini sekaligus menjadikan Karawang sebagai kabupaten/kota pertama di Provinsi Jawa Barat yang secara resmi menghapus beban pengeluaran rutin orang tua terkait pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) setiap semester. Program tersebut kini menjadi salah satu pilar kebijakan unggulan Bupati Karawang Aep Syaepuloh dalam sektor pendidikan dasar.

Aep menyampaikan, bahwa peluncuran program ini merupakan bentuk dedikasi serta kado istimewa dari pemerintah daerah bagi anak-anak di Karawang.

Baca Juga:Bupati Aep Lantik Direksi PD Petrogas Periode 2026–2031, Siapkan Transformasi Menuju PerserodaJaga Kondusivitas, Polres Karawang Gencar Patroli KRYD dan Razia Miras

“Alhamdulillah hari ini, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, kami memberikan hadiah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang, khususnya peserta didik SD dan SMP negeri, berupa modul pembelajaran gratis,” ujar Aep, Kamis (23/7).

Ia menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun, pembelian LKS menjadi pos pengeluaran rutin yang cukup membebani keuangan keluarga setiap kali pergantian semester. Berangkat dari keresahan tersebut, Pemkab Karawang mengambil alih penuh pembiayaan pengadaan bahan ajar agar hambatan finansial tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan yang layak.

Kendati digratiskan, Aep menegaskan bahwa aspek kualitas tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia secara khusus menginstruksikan agar spesifikasi kertas dan kualitas cetak modul dirancang tahan lama untuk pemakaian selama satu semester penuh, baik di ruang kelas maupun di rumah.

“Kami tidak hanya ingin gratis, tetapi kualitasnya juga harus bagus. Kertasnya harus kuat karena modul ini dipakai selama enam bulan dan bisa dibawa pulang maupun digunakan di sekolah,” tegasnya.

Pada tahap awal implementasinya, program ini difokuskan bagi siswa di satuan pendidikan negeri. Namun, tingginya animo serta masukan konstruktif dari masyarakat mendorong Pemkab Karawang untuk mempertimbangkan perluasan cakupan program agar dapat dinikmati oleh siswa di sekolah swasta maupun madrasah.

0 Komentar