Menanggapi aspirasi tersebut, Aep telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk segera mengkaji kelayakan perluasan program pada tahun anggaran berikutnya.
“Tadi saya sudah minta kepada Kadisdikbud dan Pak Sekda agar dikaji. Harapan kami ke depan seluruh anak-anak di Kabupaten Karawang, termasuk yang bersekolah di swasta maupun madrasah, juga bisa merasakan manfaat program ini,” ucap Aep.
Melalui terobosan ini, Pemkab Karawang optimis kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dapat mendongkrak daya saing daerah dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Baca Juga:Bupati Aep Lantik Direksi PD Petrogas Periode 2026–2031, Siapkan Transformasi Menuju PerserodaJaga Kondusivitas, Polres Karawang Gencar Patroli KRYD dan Razia Miras
Sementara itu, Kepala Disdikbud Karawang Wawan Setiawan Natakusumah memaparkan bahwa modul pembelajaran tersebut dirancang secara mandiri oleh para pendidik terbaik di Karawang yang tergabung dalam Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) untuk tingkat SD, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk tingkat SMP.
Wawan memastikan substansi isi modul telah diselaraskan dengan kurikulum nasional yang berlaku serta disesuaikan secara spesifik dengan karakteristik serta capaian pembelajaran peserta didik di wilayah Karawang.
“Modul ini bukan sekadar pengganti LKS. Isinya disusun oleh guru-guru kita sendiri berdasarkan capaian pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Jadi kualitasnya tetap terjamin karena disusun oleh tenaga pendidik yang memahami karakter siswa di Karawang,” kata Wawan.
Setiap peserta didik akan memperoleh satu paket lengkap modul yang merangkum seluruh mata pelajaran untuk durasi satu semester. Selain dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, buku modul tersebut dirancang agar dapat dibawa pulang guna mendukung kemandirian belajar siswa di rumah.
Sebagai langkah pengawalan mutu, Disdikbud Karawang berkomitmen untuk melaksanakan evaluasi secara berkala dengan menghimpun masukan konstruktif dari dewan guru, kepala sekolah, serta para orang tua murid guna penyempurnaan di semester-semester selanjutnya.
“Kami optimis program modul pembelajaran gratis ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus mengurangi beban biaya pendidikan yang ditanggung masyarakat,” pungkasnya.(aufa)
