Masalah Irigasi dan Pupuk Jadi Sorotan, DPRD Karawang Dorong Perbaikan Sektor Pertanian

Anggota DPRD Karawang, H. Karsim.
Anggota DPRD Karawang, H. Karsim.
0 Komentar

KARAWANG, KBEONLINE.ID — Sektor pertanian di Kabupaten Karawang masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar yang berdampak pada hasil panen. Mulai dari jaringan irigasi yang belum optimal hingga distribusi pupuk yang tersendat, menjadi perhatian serius DPRD Karawang.

Anggota DPRD Karawang, H. Karsim, menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani secara menyeluruh agar produktivitas pertanian tetap terjaga dan petani tidak terus mengalami kerugian.

Menurutnya, jaringan irigasi di sejumlah wilayah pertanian belum berfungsi secara optimal. Akibatnya, distribusi air ke lahan sawah kerap tidak merata, sehingga berdampak langsung pada produktivitas hasil panen.

Baca Juga:Semangat Hari Kartini, DP3A Karawang Ajak Perempuan Bangkit dan Berkarya NyataFLS3N Karawang 2026 Digelar, 312 Siswa Unjuk Bakat Seni dan Sastra

“Permasalahan irigasi ini sudah lama terjadi dan belum tertangani secara maksimal. Akibatnya, banyak petani yang mengalami kerugian karena hasil panennya tidak sesuai harapan,” ujarnya, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan, ketidakstabilan pasokan air membuat sebagian lahan mengalami kekeringan, sementara di titik lain justru terjadi kelebihan air. Kondisi tersebut dinilai mengganggu pola tanam dan menurunkan kualitas hasil pertanian.

Selain persoalan irigasi, H. Karsim juga menyoroti distribusi pupuk yang dinilai masih belum berjalan optimal. Ia menyebut, petani kerap mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi tepat waktu.

“Ketersediaan pupuk sangat penting bagi petani. Kalau distribusinya terlambat atau tidak merata, tentu akan berdampak besar pada produktivitas pertanian,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa persoalan distribusi pupuk tidak hanya soal keterlambatan, tetapi juga terkait pemerataan dan pengawasan di lapangan. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama pihak terkait.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, H. Karsim mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah, khususnya dalam memperbaiki infrastruktur irigasi dan memperketat pengawasan distribusi pupuk.

Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran “ulu-ulu” atau petugas pengatur air di tingkat lapangan guna memastikan distribusi air berjalan lebih efektif dan merata.

Baca Juga:Target Produksi Padi 1,4 Juta Ton, DPKPP Karawang Gencarkan Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi30 Kata-kata Mutiara Hari Kartini 2026, Cocok Buat Caption di Medsos, Penuh Motivasi dan Inspiratif

Selain itu, penerapan pola tanam serempak dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas serta mengurangi risiko gagal panen akibat ketidaksesuaian waktu tanam.

“Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata. Jangan sampai petani terus menjadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.

0 Komentar