KARAWANG, KBEONLINE.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang memilih langkah tak biasa dalam mengakselerasi penurunan angka gizi buruk di wilayahnya. Alih-alih bergantung penuh pada anggaran negara (APBN), Pemkab Karawang memaksimalkan skema kemitraan strategis dengan dunia usaha dan organisasi non-pemerintah guna mengintervensi ribuan anak yang terindikasi stunting.
Langkah taktis ini disampaikan langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, dalam apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui program “Bagedar”, pemerintah daerah menargetkan angka prevalensi kasus turun signifikan ke angka 8 hingga 9 persen, dengan fokus utama pada pemenuhan gizi protein hewani secara mandiri dan langsung ke sasaran.
Komitmen non-APBN ini diwujudkan melalui kerja sama komprehensif dengan organisasi pengusaha perumahan (Asperumnas) serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Karawang. Dari sinergi tersebut, pemerintah berhasil menghimpun bantuan logistik pangan berupa telur sebanyak puluhan ton yang siap didistribusikan langsung ke setiap kecamatan.
Baca Juga:Sukses Meriahkan Forkab III, AKTI Karawang Incar Prestasi di Forprov Jabar 2026Dimeriahkan Ribuan Pegiat Olahraga, KORMI Karawang Sukses Gelar Forkab III Tahun 2026
“Setelah saya mengobrol dengan teman-teman Asperumnas dan data memang malam-malam, ‘Mau enggak berbagi saya bilang? Ayo saya bilang, silakan. Saya tidak mengintervensi, silakan. Saya cuman minta telur.’ … Ini telur ini total keseluruhan ini 28 ton totalnya nanti yang akan diberikan,” ujar Aep, Senin (8/6).
Berdasarkan data pemetaan berkala, terdapat sebanyak 5.521 anak di Kabupaten Karawang yang masuk ke dalam daftar intervensi prioritas. Skema pemberian bantuan dirancang secara harian, di mana setiap anak ditargetkan mendapatkan konsumsi pemenuhan gizi protein minimal dua butir telur per hari di luar program pangan pendukung lainnya.
Untuk menjamin transparansi dan menghindari benturan kepentingan (intervensi birokrasi), Aep menegaskan seluruh bantuan logistik dari pengusaha diserahkan penuh melalui BAZNAS Karawang. Lembaga zakat tersebut yang kemudian bertanggung jawab memetakan manifes pengiriman dan mendistribusikannya secara mandiri ke titik-titik rawan.
Pihak Pemkab Karawang memuji pergerakan dinamis di tingkat akar rumput yang digerakkan oleh para camat beserta Tim Penggerak PKK. Beberapa wilayah, seperti Kecamatan Kotabaru, bahkan tercatat melakukan inisiatif swadaya mandiri menggunakan anggaran kantong pribadi aparatur setempat demi mempercepat penyaluran gizi pangan.
“Kan Bapak Ibu ngasih camat ngasih telur kok, dengan kantong sendiri ya saya sampaikan, gitu kan. Ya contohlah kemarin Camat Kotabaru, gitu kan. Ya mereka kan hadir sama ibu-ibu, baik, bagus kok. Dan ini juga buat siapa? Oh buat buat nanti amal ibadahnya buat kita,” imbuh Aep.
