KARAWANG, KBEONLINE.ID — Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang mengintensifkan Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi sebagai langkah konkret menjaga stabilitas produksi di tengah ancaman hama dan perubahan iklim.
Upaya ini difokuskan untuk menekan serangan hama penggerek batang yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama turunnya produktivitas padi di sejumlah wilayah lumbung pangan tersebut.
Kepala DPKPP Karawang, Rohman, mengatakan gerakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempertahankan bahkan meningkatkan hasil produksi pertanian.
Baca Juga:30 Kata-kata Mutiara Hari Kartini 2026, Cocok Buat Caption di Medsos, Penuh Motivasi dan Inspiratif60+ Twibbon Hari Kartini 2026 Gratis Lengkap Ucapan, Bagikan Semangat Perjuangan Perempuan ke Medsos
“Gerakan ini kami lakukan untuk menjaga produktivitas padi di tengah ancaman hama dan perubahan iklim,” ujarnya, Selasa (21/4).
Ia menjelaskan, hama penggerek batang dapat merusak tanaman secara signifikan dan berpotensi menyebabkan gagal panen apabila tidak ditangani secara cepat dan terpadu.
Menurutnya, pengendalian hama harus dilakukan dengan pendekatan terpadu, meliputi metode mekanis, kimiawi, dan kultur teknis.
“Secara mekanis dilakukan dengan pemasangan lampu perangkap dan pengumpulan telur hama. Secara kimiawi menggunakan insektisida untuk memutus siklus hidup hama,” jelasnya.
Selain itu, pengendalian melalui kultur teknis juga penting, seperti sanitasi lahan dengan membabat atau membalik jerami setelah panen untuk mencegah perkembangan hama pada musim tanam berikutnya.
Rohman menambahkan, sektor pertanian juga menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memengaruhi ketersediaan air dan kualitas hasil panen.
“Ini juga sebagai respons terhadap potensi dampak El Nino yang dapat memengaruhi hasil panen petani,” katanya.
Baca Juga:Pencurian di SDN Tanjungpura II Ganggu Pelaksanaan TKA, Sejumlah Laptop Raib Digondol Maling Ormas Islam Karawang Datangi DPRD, Desak Penutupan TNM yang Diduga Tak Sesuai Izin
Ia menegaskan, keberhasilan pengendalian hama membutuhkan keterlibatan aktif petani, terutama dalam menerapkan pola tanam serentak.
“Kami mengimbau petani untuk menanam padi secara serentak agar pengendalian hama lebih efektif dan tidak membludak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Pertanian DPKPP Karawang, Mahmud, menyampaikan bahwa Karawang menargetkan produksi padi sebesar 1,4 juta ton dan saat ini diproyeksikan mencapai 1,41 juta ton.
“Kabupaten Karawang memiliki target produksi 1,4 juta ton dan saat ini diproyeksikan mencapai 1,41 juta ton,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada 2025, realisasi produksi padi sawah Karawang mencapai 1,43 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), melampaui target 1,41 juta ton atau meningkat sekitar 0,39 persen.
