Menjawab hal itu, Amran menjelaskan bahwa konsep superpower pangan tidak hanya terbatas pada beras, tetapi mencakup berbagai komoditas strategis seperti jagung, sayuran, hingga produk turunan lainnya.
“Superpower pangan itu bukan hanya beras. Kita bicara seluruh komoditas strategis, termasuk protein dan komoditas pendukung lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, indikator utama menuju superpower pangan adalah kemampuan memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekspor pangan global.
Baca Juga:Satpol PP Larang Pedagang Jualan di Sekitar Al Jihad Jelang Pemberangkatan Jamaah Haji, Ini AlasannyaPutar Otak, 5 Strategi Korporasi Menavigasi Ketidakpastian Global dan Manfaatkan Peluang Indonesia- Tiongkok
“Kalau kita sudah tidak bergantung impor untuk komoditas utama dan bisa ekspor, itu salah satu indikatornya,” pungkasnya.(aufa)
