PERUMDAM Tirta Tarum Karawang Integrasikan PLTS, Hemat Biaya Listrik hingga Rp600 Juta di Tahap Awal 

PERUMDAM Tirta Tarum Karawang
PERUMDAM Tirta Tarum Karawang memproyeksikan penghematan biaya listrik mencapai Rp400 juta hingga Rp600 juta per tahun pada tahap awal, dan berpotensi meningkat hingga Rp800 juta per tahun pada tahap berikutnya.
0 Komentar

KBEonline.id KARAWANG — PERUMDAM Tirta Tarum Karawang tunjukan langkah progresif dalam mendorong efisiensi energi sekaligus transformasi layanan publik. Melalui kerja sama strategis dengan PLN Icon Plus, PERUMDAM Tirta Tarum Karawang resmi mengintegrasikan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di sejumlah fasilitas pengolahan air.

Inisiatif yang mulai dijalankan sejak April 2026 ini menjadi bagian dari upaya mendukung program efisiensi energi nasional, sekaligus memperkuat komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Hemat Biaya, Tingkatkan Layanan

Pemasangan PLTS atap tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi operasional. PERUMDAM Tirta Tarum memproyeksikan penghematan biaya listrik mencapai Rp400 juta hingga Rp600 juta per tahun pada tahap awal, dan berpotensi meningkat hingga Rp800 juta per tahun pada tahap berikutnya.

Baca Juga:Dinilai Sepihak, 35 Klub Sepak Bola Karawang Protes Penunjukan Plt AskabPerumdam Tirta Tarum Karawang Terapkan WFH, Target 12 Ribu Pelanggan Baru Tetap Dikejar

Direktur Utama PERUMDAM Tirta Tarum Karawang, Ade Dikdik Isnandar menegaskan, efisiensi ini akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan layanan.

“Ini bukan sekadar pemasangan panel surya, tetapi komitmen kami untuk menghadirkan layanan air bersih yang lebih baik. Efisiensi energi memungkinkan kami mengalokasikan anggaran lebih besar untuk peningkatan kualitas air dan perluasan jaringan,” terang Ade Dikdik Isnandar, Kamis (23/4/2026).

Perkuat Ketahanan Energi dan Infrastruktur

Implementasi PLTS juga memperkuat ketahanan energi perusahaan. Dengan memanfaatkan energi matahari, operasional pengolahan air tetap stabil meski terjadi fluktuasi pasokan listrik konvensional.

Pada tahap awal, pemasangan difokuskan pada titik dengan konsumsi energi tertinggi, termasuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) pusat. Sistem ini dirancang untuk menyuplai kebutuhan listrik pada siang hari—waktu puncak produksi air bersih.

Dampak Lingkungan Nyata

Selain efisiensi biaya, proyek ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian lingkungan. Dari tujuh lokasi yang telah terpasang, PLTS mampu menekan emisi karbon hingga 175.000 kilogram CO₂ per tahun.

Dampak ini setara dengan:

  • Penanaman lebih dari 7.100 pohon setiap tahun
  • Pengurangan jejak karbon operasional secara berkelanjutan

Tak hanya itu, proses instalasi juga tergolong cepat, dengan waktu pengerjaan rata-rata 12 hingga 15 hari per lokasi, menunjukkan efektivitas implementasi teknologi ini.

0 Komentar