Terungkap, Makam Viral di Setu Ternyata Makam Keluarga, Akses Jalan Tersandung Status Lahan

Makam Viral di Setu
Terungkap, Makam Viral di Setu Ternyata Makam Keluarga, Akses Jalan Tersandung Status Lahan. -kbeonline.id
0 Komentar

KBEonline.id, BEKASI – Video warga Kampung Dukuh, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, yang menggotong jenazah melintasi pematang sawah sempit viral di media sosial dan memantik perhatian publik. Namun setelah ditelisik, lokasi tersebut ternyata bukan Tempat Pemakaman Umum (TPU), melainkan makam keluarga yang selama ini terkendala akses jalan akibat persoalan status lahan.

Kepala Desa Ciledug Iing Solihin mengungkapkan bahwa, makam yang viral itu berada di tengah area persawahan dengan luas sekitar 600 meter persegi dan merupakan makam keluarga yang sudah digunakan turun-temurun oleh warga setempat.

“Perlu saya sampaikan, makam yang kemarin viral itu sebetulnya makam keluarga. Jalan menuju makam keluarga itu memang tidak ada jalan,” ungkap Iing Solihin ketika dikonfirmasi Cikarang Ekspres, Kamis (23/04).

Baca Juga:Lampu RTH Cikampek Sempat Dicuri, DLH Karawang Pastikan Kini Kembali TerpasangApakah Ikan Sapu-Sapu Aman Jika Dimakan? Cek Fakta Berikut Ini

Menurutnya, persoalan utama di lokasi tersebut adalah belum adanya akses jalan menuju area makam. Kondisi itu, kata dia, bukan baru terjadi, melainkan sudah berlangsung lama dan berulang kali diusulkan pemerintah desa. “Kita dari tahun ke tahun sudah mengusulkan, karena memang tidak ada jalan menuju makam tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan kendala utama pembangunan akses jalan adalah lahan yang harus dilintasi menuju makam merupakan milik PT Bekasi Fajar, serta sebagian masih milik warga. Karena itu, upaya pembukaan jalan belum menemukan solusi. “Yang menjadi kendala, tanah yang dilewati menuju makam itu sawah milik PT Bekasi Fajar, ada juga sebagian tanah masyarakat. Sampai sekarang kami masih berusaha,” katanya.

Iing mengaku pemerintah desa bersama ketua RT, RW, kepala dusun dan ahli waris makam terus bermusyawarah agar persoalan akses itu bisa dituntaskan. Bahkan usai viral, dirinya langsung turun ke lokasi bersama para pihak terkait untuk mencari jalan keluar. “Saya dengan para ketua RT, RW dan Kadus sampai detik ini masih berusaha supaya ada jalan,” ucapnya.

Meski demikian, Iing juga meluruskan persepsi publik seolah Desa Ciledug tidak memiliki TPU umum. Menurut dia, desa memiliki TPU umum di Makam Jalenja yang kondisinya justru sudah memadai, termasuk akses jalan yang telah dicor agar mobil ambulans bisa masuk. “TPU umum kita ada, jalannya sudah rapih, bahkan ke dalam juga sudah dicor supaya ambulans bisa masuk,” katanya.

0 Komentar