Apakah Ikan Sapu-Sapu Aman Jika Dimakan? Cek Fakta Berikut Ini

fakta tentang ikan sapu-sapu
Sejumlah fakta yang menjelaskan alasan kenapa ikan sapu-sapu tidak boleh dimakan. (istock)
0 Komentar

KBEonline.id – Apakah aman jika kita makan Ikan sapu-sapu? Berikut ini fakta tentang konsumsi ikan sapu-sapu, Simak!

Ikan sapu-sapu atau famili Loricariidae adalah ikan air tawar asal Amerika Selatan yang dikenal sebagai pemakan alga/lumut dan pembersih akuarium.

Di Indonesia, ikan ini menjadi spesies invasif yang mengancam ekosistem lokal karena kemampuannya beradaptasi di perairan tercemar dan sifatnya sebagai predator

Baca Juga:Kembali Merosot! Harga Emas Antam Hari Ini 23 April 2026 Turun Lagi Rp 25.000 Per Gram, Cek DetailnyaKarawang Menguat Sebagai Hub Logistik, Lippo Karawang Hadirkan Ecoprime Untuk Tangkap Permintaan Tinggi

Pertanyaan kenapa ikan sapu-sapu tidak boleh dimakan sedang ramai dibicarakan seiring viralnya ikan invasif itu di sosial media. Sapu-sapu semakin jadi perhatian setelah konten kreator bernama Arief Kamarudin kerap melakukan penangkapan sekaligus pembasmian ikan tersebut di Sungai Ciliwung dan beberapa lokasi lain di Jakarta. Aksi Arif Kamarudin pun menjadi perhatian, termasuk oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu liar dari perairan tercemar tidak layak dikonsumsi. Berikut ini sejumlah fakta yang menjelaskan alasan kenapa ikan sapu-sapu tidak boleh dimakan.

1. Ikan Sapu-sapu Hidup di Lingkungan Tercemar dan Menyerap Polutan

Ikan sapu-sapu berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan, dan masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias sebelum akhirnya menyebar ke perairan umum. Sebagai bottom feeder, ikan ini mengonsumsi detritus, alga, dan sedimen di dasar sungai yang kerap tercemar limbah industri maupun domestik.

Kemampuannya bertahan di air dengan kadar oksigen rendah membuatnya mampu hidup di ekosistem sungai tercemar seperti di Jakarta. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menyebabkan tubuh ikan sapu-sapu menyerap dan menyimpan berbagai zat berbahaya dari lingkungan.

2. Ikan Sapu-sapu di Jakarta Mengandung Logam Berat Melebihi Batas Aman

Penelitian yang ditulis oleh Laksmi Nurul Ismi dkk dalam Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains dan Teknologi pada 2019 menunjukkan adanya kandungan logam berat dalam tubuh ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung kawasan MT. Haryono.

Analisis menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) menemukan bahwa kadar arsen, kadmium, merkuri, dan timbal dalam sampel ikan tersebut melampaui batas maksimum yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Alhasil, peneliti menyimpulkan bahwa ikan sapu-sapu dari lokasi tersebut tidak layak dikonsumsi.

0 Komentar