KBEonline.id– PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dalam rapat ini, para pemegang saham menyetujui Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan mengesahkan sejumlah keputusan strategis, termasuk penunjukan Fransetya Hutabarat sebagai Direktur Keuangan baru. Dengan dukungan kepemimpinan baru, PGE optimistis momentum positif ini akan mempercepat pertumbuhan dan mendukung transisi energi bersih Indonesia.
Catat Rekor Produksi Tertinggi dan Akselerasi Proyek Strategis
Sejalan dengan optimisme tersebut, kinerja operasional Perseroan sepanjang 2025 turut menunjukkan capaian yang signifikan. Tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi PGE dengan pencatatan produksi tertinggi sepanjang sejarah (all time high), yakni sebesar 5.095,48 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55 persen dibandingkan tahun 2024.
Baca Juga:Mentan Amran Cek Gudang Beras Karawang, Pastikan Stok Beras Indonesia Cukup untuk Setahun ke DepanJamaah Haji Karawang Mulai Berangkat Jumat Besok dari Al Jihad, Kemenhaj Imbau Pengantar Dibatasi
Pencapaian ini didorong oleh beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 secara komersial pada Juni 2025, yang menambah kapasitas terpasang PGE sebesar 55 megawatt (MW) menjadi 727 MW.
Tidak hanya dari sisi produksi, PGE juga terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui berbagai inisiatif strategis. Perseroan memulai eksplorasi greenfield PLTP Gunung Tiga di Lampung dengan potensi kapasitas 55 MW, menjalin kerja sama dengan PLN IP dengan potensi tambahan kapasitas hingga 530 MW, dan mencetak prestasi dengan empat proyek PGE yang masuk dalam Blue Book Bappenas 2025–2029.
Selain itu, PGE juga melakukan groundbreaking Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu, menginisiasi pengembangan green data center berbasis panas bumi, serta meluncurkan inovasi Flow2Max dengan berkolaborasi bersama Ecolab, yang merupakan bagian dari strategi diversifikasi pendapatan melalui pendekatan Beyond Electricity.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tahun yang penting bagi PGE. Dengan berbagai proyek penting yang berhasil diselesaikan dan dimulai, Perseroan optimistis hal ini akan mendukung pertumbuhan perusahaan dan agenda nasional.
“Sebagai perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia, PGE terus mengakselerasi pertumbuhan melalui tiga strategi utama: optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru. Pencapaian kami di tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi menjadi world leading geothermal producer, mendukung agenda transisi energi bersih, sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional,” katanya.
