KBEONLINE.ID – Laga big match akan tersaji saat Persib Bandung menjamu Arema FC pada Jumat, 24 April di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Pertandingan ini dipastikan berjalan panas karena menjadi laga krusial dalam perebutan gelar BRI Super League musim ini.
Sebagai pemuncak klasemen, Persib Bandung memang berada di posisi unggul. Namun keunggulan tersebut terbilang sangat tipis, hanya terpaut dua poin dari pesaing terdekat Borneo FC. Situasi ini membuat Maung Bandung tidak punya pilihan lain selain meraih kemenangan jika ingin tetap menjaga asa juara.
Meski berada di puncak, tekanan tetap terasa besar. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan penentuan arah perjalanan Persib di sisa musim. Apalagi bermain di kandang sendiri, ekspektasi suporter tentu sangat tinggi untuk melihat tim kesayangannya meraih hasil maksimal.
Baca Juga:Rekomendasi Touring Terbaik di Jawa Barat! Mulai dari Panas Karawang Tembus ke Tempat Paling Dingin!Jangan Ikut Campur! Ini 6 Hal yang Bikin Toddler Mudah Emosi
Pelatih Persib, Bojan Hodak, justru menegaskan bahwa dirinya tidak merasakan tekanan berlebih jelang laga penting ini. Ia menilai posisi timnya saat ini sudah sangat baik dan patut disyukuri.
“Kami punya keunggulan dua poin. Memang tipis, tapi lebih baik kami yang unggul daripada orang lain. Jadi bagi kami, tidak ada tekanan,” ucap Hodak dalam konferensi pers jelang laga.
Sebelumnya, Persib harus menelan hasil kurang memuaskan setelah ditahan imbang oleh Dewa United. Hasil tersebut sempat menimbulkan polemik karena dua gol lawan lahir dari proses yang dianggap kontroversial oleh banyak pihak.
Meski begitu, Hodak memastikan situasi di ruang ganti tetap kondusif. Ia bahkan menyebut kejadian tersebut justru menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain untuk tampil lebih baik di laga berikutnya.
“Situasi ruang ganti bagus, semua orang bersemangat untuk menang melawan Arema nanti,” kabar Hodak.
Menariknya, Hodak justru menghadapi “masalah menyenangkan” dalam menentukan susunan pemain. Dengan total 23 pemain yang siap tampil, ia mengaku kesulitan memilih siapa yang layak masuk starting eleven.
“Bagi saya, yang tersulit sekarang adalah karena saya punya 23 pemain, semuanya siap dan ingin bermain. Jadi bagi saya, tekanannya adalah memilih siapa yang harus disimpan,” tandasnya.
