Viral Video Bocah di KBB Punya Kebiasaan Makan Rumput dan Daun

Bocah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat
Viral Video Bocah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat Punya Kebiasaan Makan Rumput dan Daun. (tangkapan layar)
0 Komentar

KBEonline.id – Baru-baru ini sebuah video viral di media sosial (medsos) dan menyita perhatian publik. Dalam video tersebut memperlihatkan seorang anak memakan rumput dan dedaunan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Rekaman tersebut dengan cepat beredar di berbagai platform media sosial dan memicu keprihatinan dari banyak pihak.

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat seorang anak berada di area kebun sambil memakan dedaunan.

Baca Juga:TERBARU! 39 Kode Redeem FF Hari Ini 30 April 2026 Lengkap Syarat Klaim, Ada Bundle hingga Diamond GratisHARI TERAKHIR, RSUD Jatisari Masih Buka Lowongan Kerja Tenaga Kesehatan, Ini Daftar Formasinya

Aksi tersebut langsung memancing beragam reaksi warganet, mulai dari rasa iba hingga kekhawatiran terhadap kondisi sang anak.

Belakangan diketahui, anak dalam video tersebut berinisial MR (11), warga Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

MR, tinggal bersama ayah dan neneknya. Berdasarkan keterangan keluarga, MR merupakan anak dengan kondisi disabilitas intelektual serta mengalami gangguan bicara (tunawicara).

Ayahnya, Asep Setiawan, mengungkapkan bahwa kebiasaan memakan rumput sudah terjadi sejak anaknya berusia sekitar empat tahun.

Upaya Keluarga dan Tantangan yang Dihadapi

Pihak keluarga sebenarnya telah berusaha menghentikan kebiasaan tersebut.

Namun, setiap kali dilarang, Kiki justru menunjukkan reaksi emosional yang sulit dikendalikan.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga, terutama dalam memberikan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan anak.

Baca Juga:Lebih dari Seratus Pelatih Sepak Bola Karawang Disiapkan Ikuti Lisensi Tahun DepanSharp Indonesia Komitmen Perkuat Ekosistem Pesisir di Hutan Lindung

Menanggapi viralnya kasus ini, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, langsung mengambil langkah cepat.

Ia menginstruksikan dinas terkait, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga aparat desa setempat, untuk memberikan pendampingan intensif kepada Kiki.

Pemerintah daerah juga memastikan bahwa anak tersebut akan mendapatkan akses pendidikan yang layak, termasuk kemungkinan difasilitasi untuk bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai kebutuhannya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik sebuah video viral, sering kali terdapat persoalan sosial yang lebih dalam.

Kondisi anak dengan kebutuhan khusus memerlukan perhatian, pendampingan, dan penanganan yang berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat saat kasus menjadi ramai.

Bupati juga menegaskan bahwa kejadian seperti ini seharusnya bisa terdeteksi lebih awal tanpa harus menunggu viral di media sosial.

Ia mendorong seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk lebih proaktif dalam memperhatikan warga yang membutuhkan bantuan.

0 Komentar