KBEONLINE.ID – Banyak orang masih percaya bahwa ada jam-jam tertentu yang “tidak boleh” digunakan untuk tidur. Mulai dari setelah subuh, waktu maghrib, hingga sore hari sering dianggap sebagai waktu yang buruk untuk beristirahat. Namun, benarkah larangan tersebut memiliki dasar ilmiah, atau hanya sekadar kepercayaan yang berkembang di masyarakat?
Tidur sejatinya bukan hanya aktivitas sederhana, melainkan proses biologis penting yang memengaruhi kesehatan fisik, mental, hingga fungsi otak. Karena itu, memahami waktu tidur yang tepat menjadi hal krusial agar tubuh dapat bekerja secara optimal.
Ritme Sirkadian Menentukan Waktu Tidur Ideal
Tubuh manusia memiliki sistem alami bernama ritme sirkadian, yaitu siklus 24 jam yang mengatur kapan tubuh merasa mengantuk dan kapan harus terjaga. Sistem ini sangat dipengaruhi oleh cahaya, terutama sinar matahari.
Baca Juga:Tidak Tayang di Indosiar? Begini Cara Nonton Gratis Live Streaming Persib Bandung vs PSIM YogyakartaMei Penentu Takdir: Bahagia atau Luka bagi Bobotoh?
Saat malam tiba dan cahaya berkurang, tubuh mulai memproduksi hormon melatonin yang memicu rasa kantuk. Karena itu, tidur di malam hari, terutama antara pukul 20.00 hingga 22.00, dianggap sebagai waktu paling ideal.
Pada jam tersebut, tubuh lebih mudah masuk ke fase tidur dalam yang berperan penting dalam proses pemulihan sel, perbaikan jaringan, dan penguatan sistem imun.
Begadang Jadi Pola Paling Berisiko
Dari berbagai kebiasaan tidur, begadang menjadi salah satu yang paling berbahaya jika dilakukan secara terus-menerus. Tidur di atas pukul 00.00 hingga dini hari membuat tubuh kehilangan fase tidur dalam yang sangat penting.
Akibatnya, metabolisme tubuh dapat terganggu, produksi hormon menjadi tidak seimbang, dan daya tahan tubuh menurun. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga meningkatkan risiko stres, kelelahan kronis, hingga gangguan konsentrasi.
Banyak orang menganggap begadang sebagai hal biasa, padahal dampaknya sering baru terasa setelah berlangsung dalam waktu lama.
Tidur Setelah Subuh dan Maghrib Perlu Diperhatikan
Waktu tidur seperti setelah subuh atau saat maghrib sering dianggap tidak diperbolehkan. Secara medis, sebenarnya tidak ada larangan mutlak terhadap waktu-waktu tersebut.
Namun, masalah muncul ketika kebiasaan ini mengganggu pola tidur utama. Tidur setelah subuh, misalnya, bisa membuat seseorang terbangun lebih siang dan mengacaukan ritme tubuh. Sementara tidur saat maghrib berpotensi mengurangi rasa kantuk di malam hari, sehingga memicu kebiasaan begadang.
