KBEonline.id – Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan, khususnya di wilayah perkampungan, dinilai menjadi salah satu pemicu tingginya potensi kejahatan jalanan di Kabupaten Bekasi.
Kondisi jalan yang gelap kerap dimanfaatkan pelaku kriminal, terutama aksi begal yang meresahkan warga.
Kepala Bidang Prasarana, Pengembangan, dan Penerangan Jalan Umum pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Deni Hendra Kurniawan, mengakui bahwa faktor penerangan masih menjadi persoalan krusial dalam menciptakan rasa aman di ruang publik.
Baca Juga:Bom Waktu Proses Pengisian BPD di Kabupaten Bekasi, Istilah Tokoh Berpotensi Munculkan Konflik1251 Anggota Pramuka Garuda Kabupaten Bekasi Dikukuhkan, Tingkatan Tertinggi dalam Kepramukaan
Bahkan, dalam berbagai forum bersama aparat kepolisian dan pemangku kepentingan, persoalan PJU hampir selalu dikaitkan dengan maraknya tindak kriminal disejumlah jalan di Kabupaten Bekasi.
“Setiap rapat dengan Polres maupun stakeholder lain, selalu muncul bahwa banyak kejadian kejahatan itu berawal dari minimnya penerangan jalan. Kita seperti ‘divonis’ karena PJU kurang, makanya jadi prioritas kami,” ujar Deni ketika dihubungi (03/05).
Menurut Deni, pihaknya melalui bidang PJU Dinas Perhubungan kini memfokuskan pemasangan dan perbaikan PJU di titik-titik yang dianggap rawan kejahatan dan kecelakaan. Ruas jalan yang gelap, terutama yang kerap dilalui warga pada dini hari, menjadi perhatian utama.
“Warga yang berangkat kerja subuh, ke pasar jam 4 atau jam 5 pagi, itu sangat rentan kalau jalannya gelap. Makanya kita hadirkan PJU untuk memberi rasa aman dan nyaman,” katanya.
Deni turut menjelaskan, pemasangan PJU di wilayah perkampungan bukan tanpa dasar. Lokasi tersebut tetap mengacu pada Surat Keputusan (SK) jalan kabupaten, bukan jalan lingkungan yang menjadi kewenangan dinas lain.
“Walaupun masuk kampung, kalau itu tercatat dalam SK jalan kabupaten, maka menjadi tanggung jawab kami. Jadi bukan sembarang pasang,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kata Deni, pihaknya mengandalkan laporan masyarakat sebagai acuan perbaikan. Setiap pekan, pihaknya menghimpun aduan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial hingga aplikasi pengaduan resmi.
Baca Juga:Bikers Playland, Momen Spesial Momotoran Ayah dan Anak Bersama Honda di Tangkal PinusAmericano vs Long Black, Sejarah Unik dari Medan Perang hingga Kafe Modern yang Wajib Kamu Tahu!
“Senin kita kumpulkan laporan, lalu Selasa sampai Jumat kita turun melakukan perbaikan. Jadi responnya kita upayakan cepat,” ungkapnya.
Namun demikian, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia masih menjadi kendala. Saat ini, tim PJU hanya terbagi dalam dua wilayah, utara dan selatan, dengan masing-masing beranggotakan 10 personel.
