kbeonline.id – Awan gelap tengah menyelimuti Persis Solo setelah kekalahan menyakitkan dari Malut United FC dengan skor 2-5 pada pekan ke-31 BRI Super League 2025-2026.
Kekalahan Telak yang Jadi Alarm Bahaya
Dalam laga tersebut, Persis sebenarnya sempat memberi harapan lewat gol Bruno Gomes dan Arkhan Kaka. Namun, performa luar biasa David da Silva yang mencetak hattrick, ditambah kontribusi Nilson Júnior serta Yakob Sayuri, membuat Laskar Sambernyawa tak berdaya.
Kekalahan ini bukan hanya soal skor, tapi juga pukulan telak bagi mental tim yang kini semakin terjebak di zona degradasi.
Baca Juga:Persija Jakarta vs Persib Bandung Jadi Penentu Juara, 5 Kali Bentrok Macan Kemayoran Belum Pernah MenangJadwal Super League Pekan ke-32: Persija vs Persib Jadi Penentu Gelar Juara
Posisi Kritis di Klasemen
Saat ini, Persis Solo tertahan di peringkat ke-16 dengan 27 poin. Jarak dengan zona aman memang belum terlalu jauh, namun tekanan semakin besar karena kompetisi tinggal menyisakan tiga pertandingan.
Situasi ini membuat setiap laga ke depan terasa seperti final. Satu kesalahan kecil saja bisa berujung fatal: turun kasta.
Skenario Bertahan: Tipis, Tapi Masih Ada
Meski berada di posisi sulit, peluang Persis belum sepenuhnya tertutup. Namun syaratnya tidak main-main:
- Wajib Sapu BersihPersis harus memenangkan seluruh sisa laga untuk mencapai poin maksimal (36 poin).
- Bergantung pada RivalMereka harus berharap tim seperti Madura United dan Persijap Jepara kehilangan poin.
- Kejar Selisih GolDengan defisit selisih gol yang cukup besar, kemenangan dengan margin meyakinkan jadi kebutuhan, bukan sekadar opsi.
Tiga Laga Penentuan Nasib
Sisa jadwal Persis Solo ibarat tiga partai hidup-mati:
- Pekan 32: Persis Solo vs Persebaya Surabaya
- Pekan 33: Persis Solo vs Dewa United FC
- Pekan 34: Persita Tangerang vs Persis Solo
Tidak ada ruang untuk hasil imbang, apalagi kalah. Semua harus dimenangkan.
Antara Harapan dan Kenyataan
Persis Solo kini benar-benar berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, peluang bertahan masih terbuka. Namun di sisi lain, tekanan, performa, dan ketergantungan pada hasil tim lain membuat situasi ini sangat rumit.
Apakah Laskar Sambernyawa mampu menciptakan keajaiban di tiga laga terakhir?Atau justru harus menerima kenyataan pahit turun kasta?
