Optimisme dari Karawang Timur, SDN Palumbonsari IV Menuju Adiwiyata Nasional: Bangun Budaya dalam Keterbatan

SDN Palumbonsari IV
SDN Palumbonsari IV terpilih mewakili Kabupaten Karawang dalam ajang seleksi Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional tahun 2026
0 Komentar

KBEonline.id– SDN Palumbonsari IV terpilih mewakili Kabupaten Karawang dalam ajang seleksi Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional tahun 2026. Capaian ini merupakan kelanjutan estafet prestasi setelah sebelumnya sekolah ini sukses meraih predikat Adiwiyata tingkat kabupaten dan provinsi pada tahun 2022.

Penunjukan ini didasari oleh konsistensi sekolah dalam menerapkan program berbasis lingkungan hidup secara berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menilai SDN Palumbonsari IV memiliki komitmen kuat yang layak untuk diuji di level nasional.

Kepala SDN Palumbonsari IV, Nining Rusminar, menjelaskan bahwa persiapan intensif tengah dilakukan melalui pembentukan tim khusus yang terbagi dalam berbagai Kelompok Kerja (Pokja). Pokja-pokja tersebut fokus pada indikator penilaian utama, mulai dari pengelolaan sampah 3R, pemeliharaan green house, konservasi energi, hingga penguatan kader Adiwiyata.

Baca Juga:AYO BERSIH-BERSIH, Lapas Karawang Deklarasi Perang terhadap HP Ilegal, Narkoba dan Penipuan dari Dalam SelPesan Kapolres Karawang untuk Viking dan The Jak Karawang Jelang Laga Persija Vs Persib, Boleh Nobar Asal…

“Untuk menuju Sekolah Adiwiyata Nasional ini, tim kami semua bergerak bersama,” ujar Nining, (8/5).

Selain penataan fisik, sekolah juga menitikberatkan pada aksi nyata di luar lingkungan pendidikan. Berbagai kegiatan edukatif seperti aksi bersih-bersih Pantai Ciparage hingga kunjungan ke taman kota rutin dilakukan bersama guru, siswa, dan orang tua untuk membangun kepedulian sosial terhadap ekosistem.

Nining menegaskan bahwa esensi dari program ini adalah pembentukan karakter jangka panjang.

“Kami ingin membentuk habit anak-anak supaya peduli lingkungan. Jadi bukan sekadar lomba, tapi bagaimana budaya itu terus berjalan,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihak sekolah mengakui bahwa ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras) masih menjadi tantangan besar dibandingkan sekolah pesaing lainnya. Namun, kendala fisik tersebut tidak menyurutkan semangat inovasi jajaran tenaga pendidik di sana.

Saat ini, SDN Palumbonsari IV tengah berupaya mencari dukungan fasilitas melalui pengajuan proposal CSR kepada Bappeda melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbud). Nining berharap kemitraan dengan pihak swasta dapat segera terealisasi untuk menunjang kebutuhan operasional sekolah.Meski masih menunggu kepastian bantuan, Nining tetap optimis dengan kekuatan visi dan kemauan yang dimiliki timnya. Ia meyakini bahwa keterbatasan bukanlah tembok penghalang selama kreativitas dan komitmen warga sekolah tetap terjaga.

“Kalau melihat sarpras memang kami masih terbatas. Namun kami percaya dan meyakini selagi ada kemauan, dengan sendirinya kemampuan akan mengikuti,” pungkas Nining.(aufa)

0 Komentar