KBEONLINE.ID – Kabupaten Wonosobo dan Temanggung memang tidak pernah gagal memikat wisatawan. Kombinasi udara dingin, jalur pegunungan yang menenangkan, hamparan kebun tembakau, hingga kuliner jadul yang masih bertahan puluhan tahun membuat kawasan ini selalu punya alasan untuk dikunjungi kembali. Menariknya lagi, liburan ke sini ternyata tidak harus mahal. Dengan budget sekitar Rp200 ribuan, wisatawan sudah bisa menikmati pengalaman menginap dengan view gunung, ngopi santai di tengah alam, sampai wisata kuliner legendaris yang buka 24 jam.
Perjalanan menuju kawasan Garung menjadi pengalaman tersendiri, terutama bagi pecinta touring motor. Jalur dari arah Magelang menuju Kaliangkrik hingga Kertek menawarkan tanjakan panjang, tikungan khas pegunungan, serta panorama kabut yang membuat perjalanan terasa seperti sedang berada di luar negeri. Di beberapa titik, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat begitu dekat, seolah menjadi dinding raksasa yang menemani perjalanan.
Saat cuaca sedang cerah, suasana Dusun Garung benar-benar terasa magis. Hamparan rumah warga di kaki gunung, udara dingin sekitar 17 hingga 19 derajat Celsius, serta suasana desa yang tenang membuat tempat ini cocok dijadikan pelarian sejenak dari hiruk pikuk kota besar. Tidak heran jika kawasan ini mulai disebut sebagai salah satu hidden gem terbaik di Jawa Tengah.
Baca Juga:Sehari Full Healing di Subang: Pagi Bermain Air Pegunungan, Siang Kuliner Sunda, Sore Bersantai di Kebun TehRekomendasi Liburan di Alun-alun Subang : Wisata Murah Meriah Dengan Kuliner Legendaris
Menginap Murah dengan View Gunung di Berlin Homestay
Salah satu penginapan yang kini ramai dibicarakan wisatawan adalah BERLIN HOME STAY. Lokasinya berada tepat di pinggir jalan utama Wonosobo-Temanggung sehingga sangat mudah diakses baik menggunakan motor maupun mobil pribadi. Meski harga menginapnya hanya sekitar Rp150 ribuan, pemandangan yang ditawarkan benar-benar luar biasa.
Dari kamar lantai atas, wisatawan bisa langsung melihat gagahnya Gunung Sindoro begitu membuka tirai jendela. Pemandangan ini menjadi daya tarik utama karena suasananya mirip penginapan di kawasan pegunungan Jepang. Banyak pengunjung bahkan menyebut kawasan ini memiliki nuansa seperti Danau Kawaguchi dengan latar Gunung Fuji, hanya saja versi tropis khas Indonesia.
Area santai di penginapan juga menjadi spot favorit wisatawan. Tersedia teras dengan sofa yang langsung menghadap ke arah gunung. Tempat ini biasanya ramai digunakan tamu untuk menikmati kopi pagi sambil melihat kabut perlahan menghilang dari lereng Sindoro. Menariknya lagi, tepat di sebelah penginapan terdapat warung makan 24 jam yang menyediakan mie instan, kopi hangat, hingga nasi rumahan bagi wisatawan yang lapar tengah malam.
