KBEonline.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan kasus Hantavirus di wilayahnya.
Diketahui Hantavirusn adalah kelompok virus yang disebarkan oleh hewan pengerat, terutama tikus, yang dapat menyebabkan penyakit serius hingga mematikan pada manusia.
Virus ini umumnya menular melalui inhalasi (menghirup) debu yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Virus ini menyebabkan dua sindrom utama:
Baca Juga:Senior Viking: Korban Meninggal di Pinggir Kali Citarum Bukan Bobotoh, Kata Keluarga Pendukung PersijaFAKTA BARU, Hakim Curigai Kesaksian Agung Mulya di Kasus Ade Kunang, Mau Dikonfrontir dengan Henri Lincon
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang berdampak pada ginjal.
Penularannya bukan antarmanusia, melainkan dari tikus ke manusia. Virus masuk melalui udara, kontak langsung dengan kotoran tikus, atau luka terbuka.
Gejala: Awalnya menyerupai flu (demam, sakit kepala, nyeri otot) yang muncul 1-8 minggu setelah paparan, namun dapat berkembang menjadi sesak napas berat atau kegagalan ginjal.
Kondisi di Indonesia: Kasus Hantavirus pernah dilaporkan. Pada tahun 2024-2026, tercatat 23 kasus tipe HFRS di Indonesia.Pencegahan:
Menjaga kebersihan rumah agar bebas tikus, menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan sarang tikus, serta tidak menyapu kering kotoran tikus
Meski demikian, otoritas kesehatan setempat mulai memperketat pengawasan dan pemantauan terhadap potensi penyebaran virus yang ditularkan melalui hewan pengerat tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menyatakan bahwa langkah antisipasi ini diambil menyusul adanya informasi temuan kasus di wilayah lain di Jawa Barat.
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Cikampek, Rican Tewas di Tempat Usai Tabrak Truk Tangki yang Sedang BerbelokBobotoh Batujaya Ditemukan Tewas di Pinggir Kali Citarum, Korban Pelajar SMKN Batujaya
“Kalau Hantavirus di Karawang, alhamdulillah tidak ada. Mudah-mudahan sampai ke depan tidak ada,” ujar Yayuk, Selasa (12/5).
Yayuk mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan oleh tikus melalui cairan tubuh seperti urin, feses, dan air liur. Selain kontak langsung, virus ini juga dapat menular melalui debu di area yang terkontaminasi kotoran tikus.
Secara klinis, Yayuk memaparkan terdapat dua tipe manifestasi virus ini, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru. Tipe HPS diwaspadai karena memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi, mencapai 60 persen, dengan gejala awal berupa demam, batuk, hingga sesak napas akut.
