kbeonline.id – Arema FC memang sudah aman dari ancaman degradasi di BRI Super League 2025-2026. Peluang untuk bersaing di papan atas juga cukup berat. Meski begitu, pelatih Marcos Santos memastikan timnya belum ingin menurunkan intensitas permainan pada sisa musim ini.
Singo Edan masih menyimpan target penting, yakni menutup kompetisi dengan hasil maksimal. Dua pertandingan terakhir dianggap tetap punya nilai besar, bukan sekadar formalitas di akhir musim.
Marcos Santos menegaskan bahwa Arema ingin memberikan kebahagiaan untuk para pendukung yang terus setia mendukung tim sepanjang musim. Menurutnya, menjaga mental kompetitif tetap penting meski situasi klasemen sudah relatif aman.
Baca Juga:Marc Klok Pastikan Persib Siap Tempur di Dua Laga TerakhirPSIM Resmi Kantongi Lisensi Super League Musim Depan
“Kami ingin memberikan yang terbaik dalam dua pertandingan ini untuk menghadirkan dua hasil positif bagi suporter Arema,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Fokus Naik Posisi di Klasemen
Arema saat ini juga masih berpeluang memperbaiki posisi di papan tengah klasemen. Karena itu, Marcos meminta para pemain tetap tampil serius dan menjaga konsentrasi penuh.
Ia mengingatkan bahwa dua laga tersisa bukan pertandingan mudah. Semua tim masih punya motivasi masing-masing, termasuk lawan yang tampil tanpa tekanan.
“Dua laga ini tidak mudah, tetapi kami harus berusaha memberikan performa terbaik untuk menutup kompetisi dengan baik dan mencoba naik satu atau dua posisi di klasemen,” lanjutnya.
Jelang menghadapi PSBS Biak di Stadion Sultan Agung, Jumat (15/5/2026), Arema datang dengan modal yang cukup positif. Lini depan mereka sedang tajam berkat kontribusi trio Brasil: Dalberto Luan, Joel Vinicius, dan Gabriel Silva.
Ketiganya tampil impresif saat Arema menang telak atas PSM Makassar di pertandingan sebelumnya. Khusus Dalberto, striker asal Brasil itu punya kenangan manis ketika menghadapi PSBS. Pada putaran pertama lalu, ia sukses mencetak hattrick ke gawang Badai Pasifik.
Waspadai PSBS yang Bermain Lepas
Meski PSBS Biak sedang mengalami banyak persoalan, mulai dari hasil buruk hingga konflik internal, Marcos Santos menolak menganggap laga ini mudah. Justru menurutnya, tim yang bermain tanpa beban sering kali lebih berbahaya.
