kbeonline.id – PSIM Yogyakarta resmi mendapatkan status granted untuk lisensi Super League musim 2025-2026. Kepastian itu diumumkan pada Kamis (14/5/2026) setelah klub menyelesaikan seluruh proses dalam Club Licensing Cycle 2025-2026.
Bagi Laskar Mataram, pencapaian ini bukan sekadar urusan administrasi. Lisensi tersebut menjadi bukti kesiapan klub untuk bersaing secara profesional di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah cukup lama absen.
Selain itu, keberhasilan memenuhi lisensi juga penting agar klub terhindar dari potensi sanksi pengurangan poin yang mulai diterapkan operator liga musim depan.
Baca Juga:I.League Siapkan Sanksi Pengurangan Poin untuk Tim Musafir Musim DepanSuper League 2026-2027 Dipastikan Baru Dimulai September
Manajemen PSIM Fokus Benahi Fondasi Klub
General Manager PSIM, Steven Sunny, menjelaskan bahwa manajemen memang menjadikan lisensi klub sebagai prioritas utama sejak PSIM kembali ke level tertinggi kompetisi nasional.
Menurutnya, tahun pertama di Super League harus dimanfaatkan untuk memperkuat pondasi organisasi, baik dari sisi administrasi maupun operasional klub.
“Sebagai tim yang baru kembali ke kasta tertinggi, fokus utama kami adalah menata kebutuhan jangka pendek klub, termasuk memastikan kelayakan lisensi,” ujar Steven.
Ia mengakui proses yang dijalani tidak singkat. Namun kerja panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil positif bagi klub asal Yogyakarta itu.
“Puji syukur, kami berhasil mendapatkan status granted untuk lisensi Super League,” lanjutnya.
Lisensi Jadi Hal yang Tidak Bisa Ditawar
Steven juga menegaskan bahwa pemenuhan standar lisensi kini menjadi hal yang wajib dipenuhi semua klub profesional.
Apalagi operator liga mulai menyiapkan hukuman serius bagi klub yang gagal memenuhi regulasi, termasuk ancaman pengurangan poin di kompetisi.
Baca Juga:Persija Tersingkir dari Perebutan Gelar, Rizky Ridho Minta Maaf ke JakmaniaJohnny Jansen Soroti Fair Play dan Mental Pemain Bali United usai Kalah dari Borneo FC
“Pemenuhan standar lisensi adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegas Steven.
Menurutnya, PSIM terus melakukan evaluasi dan penyesuaian karena standar lisensi sepak bola selalu berkembang setiap musim.
PSIM Belum Terburu-buru Bidik Kompetisi Asia
Meski sudah mengantongi lisensi Super League, PSIM memilih bersikap realistis terkait peluang tampil di kompetisi Asia dalam waktu dekat.
Manajemen merasa fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas klub agar tetap sehat secara finansial maupun teknis.
Steven menyebut kuota kompetisi Asia untuk klub Indonesia masih terbatas. Karena itu, PSIM ingin membangun kekuatan internal lebih dulu sebelum berpikir terlalu jauh.
