KBEONLINE,ID – Kalau sedang melintas di jalur Pantura Subang atau bingung mencari destinasi makan siang yang beda dari biasanya, kuliner Etong Bakar Belanakan bisa jadi pilihan yang layak dicoba. Sajian ikan bakar khas pesisir ini bukan hanya terkenal karena rasanya yang gurih dan dagingnya yang tebal, tetapi juga karena pengalaman makannya yang terasa lebih autentik di tengah suasana pelabuhan nelayan dan rindangnya kawasan wisata pesisir Belanakan, Subang.
Lagi Cari Kuliner Khas Subang? Etong Bakar Belanakan Wajib Masuk Daftar
Kalau berbicara soal kuliner khas Subang, kebanyakan orang mungkin langsung teringat nanas atau sate maranggi. Padahal, di kawasan Pantura Subang tepatnya Belanakan, ada satu sajian legendaris yang sudah lama jadi primadona warga lokal hingga pemburu seafood dari luar kota, yakni Etong Bakar Belanakan. Kuliner ini dikenal punya rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain karena menggunakan ikan laut segar hasil tangkapan nelayan setempat yang langsung dibakar dengan resep tradisional.
Bagi masyarakat pesisir utara Jawa Barat, ikan etong bukan sekadar lauk makan siang biasa. Ikan yang juga dikenal dengan nama ayam-ayam atau jebong ini sudah menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat nelayan sejak lama. Rasanya yang gurih alami, teksturnya yang lembut, serta dagingnya yang tebal membuat ikan ini punya penggemar tersendiri. Tidak sedikit orang dari Karawang, Purwakarta hingga Bandung sengaja datang ke Belanakan hanya untuk menikmati sensasi makan etong bakar langsung di kawasan pesisir.
Baca Juga:Bosan Macet Bandung? Ini Rekomendasi Vila di Subang Punya View Kebun Teh dan Suasana Adem yang Bikin BetahNekat Edarkan Ribuan Pil Obat Keras Lewat Metode COD, Empat Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Karawang
Yang membuat pengalaman makan di sini terasa berbeda adalah suasananya. Pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati nuansa khas pelabuhan nelayan. Begitu memasuki kawasan Belanakan, udara laut mulai terasa, aroma ikan bakar menyeruak dari warung-warung makan, sementara aktivitas kapal nelayan menjadi pemandangan sehari-hari yang memberi pengalaman khas Pantura yang sulit didapat di restoran kota.
Daging Tebal, Gurih, dan Tidak Mudah Hancur Saat Dibakar
Bagi yang belum familiar, ikan etong memiliki bentuk fisik yang cukup unik dibanding ikan laut lainnya. Tubuhnya pipih dengan sirip lebar dan warna keperakan yang khas. Ikan ini hidup di perairan laut dangkal kawasan tropis dan menjadi salah satu tangkapan favorit nelayan Belanakan karena permintaannya yang stabil serta nilai jualnya yang cukup tinggi di pasar ikan.
