Kuliner Wajib di Pantura Subang! Etong Bakar Belanakan Makanan Khas Laut Utara Jawa

Etong Bakar Belanakan Subang
Etong Bakar Belanakan Subang
0 Komentar

Keunggulan utama ikan etong terletak pada kualitas dagingnya. Teksturnya terkenal tebal, minim duri halus, dan memiliki rasa gurih alami tanpa perlu banyak tambahan penyedap. Saat dimakan, daging ikan terasa padat namun tetap lembut di mulut. Banyak pecinta seafood menyebut ikan ini sebagai salah satu hidden gem kuliner laut Pantura karena kualitas rasa yang tidak kalah dengan ikan bakar populer lainnya.

Yang paling menarik, ikan etong sangat cocok untuk proses pembakaran karena dagingnya tidak mudah hancur saat terkena panas bara api. Ketika dibakar, bagian luar ikan akan sedikit garing dengan aroma smoky khas arang, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan juicy. Inilah alasan kenapa banyak warung seafood di Belanakan menjadikan etong bakar sebagai menu andalan yang hampir selalu dicari pelanggan.

Dibakar Pakai Arang Batok Kelapa, Rahasia Rasa Khas Sulit Ditiru

Salah satu alasan mengapa rasa etong bakar di Belanakan terasa lebih autentik dibanding restoran seafood modern terletak pada proses memasaknya yang masih mempertahankan cara tradisional khas nelayan. Ikan segar yang baru datang dari pelabuhan biasanya langsung dibersihkan, dibelah agar bumbu lebih meresap, lalu diberi racikan rempah sederhana namun kaya rasa.

Baca Juga:Bosan Macet Bandung? Ini Rekomendasi Vila di Subang Punya View Kebun Teh dan Suasana Adem yang Bikin BetahNekat Edarkan Ribuan Pil Obat Keras Lewat Metode COD, Empat Pelaku Dibekuk Satresnarkoba Polres Karawang

Bumbu yang digunakan biasanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar sangrai, kunyit, garam, hingga sentuhan kecap manis khas daerah pesisir. Meski sederhana, perpaduan bumbu ini mampu menghilangkan aroma amis laut tanpa menghilangkan rasa asli ikan. Setelah dibumbui, ikan kemudian dibakar perlahan menggunakan bara arang batok kelapa yang menghasilkan panas stabil dan aroma asap khas yang meresap hingga ke serat daging.

Saat disajikan, etong bakar biasanya hadir lengkap bersama nasi putih hangat, sambal dadak pedas, lalapan segar, hingga perasan jeruk limau untuk menambah sensasi segar. Kombinasi rasa gurih ikan, pedas sambal, dan aroma bakaran inilah yang membuat banyak pengunjung mengaku susah move on setelah mencoba sekali. Apalagi disantap langsung di pinggir kawasan pesisir dengan semilir angin laut yang menambah selera makan.

Sekali Jalan Bisa Sekalian Wisata, Lokasinya Nyatu dengan Area Rekreasi

0 Komentar