Ketika Tarumanegara runtuh dan digantikan Kerajaan Sunda, kawasan Cilamaya tetap memiliki peran strategis. Dalam sejumlah historiografi Sunda kuno, wilayah ini disebut sebagai salah satu batas utara kekuasaan kerajaan. Artinya, Cilamaya bukan sekadar daerah pinggiran, melainkan bagian penting dalam sistem geopolitik kerajaan Sunda kala itu.
Nama “Cilamaya” sendiri mulai muncul secara jelas dalam catatan tertulis sekitar abad ke-15 atau 600 melalui naskah perjalanan spiritual Pujangga Manik, seorang bangsawan Pajajaran. Dalam perjalanannya menuju wilayah timur Jawa, ia mencatat keberadaan Sungai Cilamaya sebagai titik geografis penting yang telah dikenal masyarakat pada masa itu. Catatan ini menjadi bukti kuat bahwa nama Cilamaya sudah eksis dan dikenal luas sejak lebih dari 600 tahun lalu.
Karang Sedulang, Kota Kuno yang Diduga Jadi Basis Bangsawan Pajajaran
Pada masa kejayaan Kerajaan Pajajaran, wilayah Karang Sedulang disebut-sebut berkembang menjadi pemukiman penting dengan hubungan erat terhadap keluarga kerajaan. Dalam beberapa cerita historiografi Sunda, kawasan ini dikaitkan dengan asal-usul sejumlah tokoh perempuan bangsawan, termasuk **Putri Mayapa Kembangan** dan **Ratu Mangrewu**, yang disebut ikut dalam perpindahan besar pusat kerajaan menuju Pakuan pada masa Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.
Baca Juga:Kuliner Wajib di Pantura Subang! Etong Bakar Belanakan Makanan Khas Laut Utara JawaBosan Macet Bandung? Ini Rekomendasi Vila di Subang Punya View Kebun Teh dan Suasana Adem yang Bikin Betah
Tak hanya menjadi tempat tinggal bangsawan, kawasan Karang Sedulang juga dipercaya menjadi lokasi pemakaman keluarga kerajaan. Salah satunya adalah tokoh **Putri Haji Maya** yang diyakini masih memiliki garis keturunan penting dari lingkungan istana Galuh. Keberadaan situs makam dan tradisi lisan masyarakat membuat wilayah ini masih dianggap sakral oleh sebagian warga hingga kini.
Namun di balik pentingnya kawasan tersebut, wilayah Cilamaya zaman Pajajaran ternyata juga dikenal cukup rawan. Dalam tradisi lisan Sunda, daerah sekitar Karang Sedulang disebut sebagai wilayah *Sung-sung Pitu Pangbegalan* atau kawasan yang dikenal sering menjadi lokasi penyergapan bajak laut dan perampok terhadap rombongan pembawa upeti kerajaan di jalur pesisir.
Diperebutkan Kerajaan Besar, Cilamaya Jadi Wilayah Strategis Pasca Pajajaran
Setelah runtuhnya Pajajaran akibat ekspansi kekuatan Islam di tanah Sunda, Cilamaya masuk dalam masa transisi politik yang cukup rumit. Wilayah pesisir utara Karawang menjadi rebutan berbagai kekuatan besar karena dianggap strategis untuk penguasaan jalur perdagangan laut. Kesultanan Cirebon disebut pernah mengklaim kawasan Karang Sedulang sebagai bagian dari pengaruh politik mereka di Pantura.
