KBEonline.id- Brigade FAI menggelar kegiatan nonton bareng dan diskusi film dokumenter bertajuk “Pesta Babi” di lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang (17/5). Kegiatan tersebut turut diisi dengan diskusi interaktif hingga penampilan musikalisasi puisi sebagai ruang refleksi sosial bagi peserta yang hadir.
Koordinator kegiatan, Sendy, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya sebatas nobar film, melainkan juga menjadi sarana edukasi dan refleksi mengenai berbagai persoalan sosial yang terjadi di Papua.
“Jadi kegiatan ini bukan hanya nobar film saja, tetapi ada diskusi interaktif dan juga musikalisasi puisi,” ujar Sendy. Minggu (17/5).
Baca Juga:55.686 Siswa SD di Kabupaten Bekasi Mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang Senjata Tajam Ini Ditinggal Sekelompok Remaja yang Kocar-kacir Digerebek Polisi Saat Mau Tawuran di Cikarang
Menurutnya, kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 50 peserta yang terdiri dari masyarakat sipil maupun mahasiswa unsika. Ia berharap forum seperti ini mampu membuka ruang dialog dan meningkatkan kesadaran sosial di kalangan mahasiswa.
“Kegiatan ini menjadi edukasi sekaligus refleksi buat seluruh peserta mengenai keadaan yang terjadi pada saudara-saudara kita di Papua,” katanya.
Sementara itu, moderator diskusi interaktif Nazal. Menilai film tersebut menjadi refleksi yang membuka kesadaran publik terhadap realitas sosial yang masih dihadapi masyarakat Papua.
“Film ini menjadi refleksi yang membuka kesadaran kita terhadap realitas yang terjadi di Papua. Di sana, saudara-saudara kita masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari diskriminasi hingga ketidakadilan sosial yang sering luput dari perhatian,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, film tersebut menggambarkan adanya pandangan kritis terhadap kebijakan pembangunan yang dinilai lebih berpihak pada kepentingan investasi dan kelompok elit dibandingkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Di sisi lain, salah satu peserta kegiatan, Rafly, mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kondisi di Papua tidak selalu sejalan dengan gambaran pembangunan yang selama ini diketahui masyarakat luas.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi mengetahui bahwa di balik proyek-proyek besar yang terlihat bagus, ternyata masih ada persoalan yang dirasakan masyarakat Papua sendiri,” ujarnya.
Baca Juga:Tati Nurhayati Siap Berebut Kursi BPD Sukadami, Perempuan di Depan Perjuangkan Keterwakilan WargaLaga PSM Vs Persib Malam Ini, Jaga Keamanan Karawang, Polres Minta Suporter Hindari Konvoi di Jalan
Ia berharap masyarakat Papua ke depan dapat lebih bebas menyampaikan aspirasi dan mengekspresikan apa yang mereka rasakan.
