Duka di Balik Canting: Kisah Keluarga Menghidupkan Jiwa Batik Karawang Setelah Kehilangan Anak

Duka di Balik Canting: Kisah Keluarga Menghidupkan Jiwa Batik Karawang Setelah Kehilangan Anak
Duka di Balik Canting: Kisah Keluarga Menghidupkan Jiwa Batik Karawang Setelah Kehilangan Anak
0 Komentar

“Anak-anak jangan hanya bergantung pada jurusan sekolah. Membatik juga bisa jadi keterampilan yang menghasilkan,” tegas Sugianto.

Guna memperluas dampak sosialnya, Sanggar Putri Damar Batik kini bersinergi dengan Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang. Kolaborasi ini dirancang untuk melatih warga Tanjungpura secara gratis, di mana pemerintah daerah menyokong pengadaan alat dan bahan, sementara pihak kecamatan dan desa fokus pada keberlanjutan ekonomi para peserta pascapelatihan.

Sugianto paham betul bahwa tantangan terbesar seorang pengrajin pemula adalah masalah hilirisasi atau penjualan produk. Pengalamannya saat sukses membina 60 anggota Koperasi Batik Betawi di Cakung, Jakarta Timur, kini diterapkan di Karawang agar para peserta bisa mandiri secara finansial.

Baca Juga:Satu Jalur Banyak Wisata! Ini Rute Lengkap Ciwidey dari Kawah Putih hingga Situ PatenggangMasih Kelas 2 SD Tapi Sudah Juara! Rahasia Regu Junior Palsapat SDN Palumbonsar IV Borong Banyak Trofi

“Biasanya pengrajin bertanya setelah pelatihan mau dijual ke mana. Jadi kami juga dampingi soal pemasaran, bagaimana mendapatkan market dan membuat batik yang berkualitas,” pungkas Sugianto optimis. (aufa)

0 Komentar