Bertahan di Tengah Perubahan, Menjaga Bekasi Tempo Dulu
Keberadaan kampung jadul di Desa Bojongmangu menjadi pengingat bahwa pembangunan modern tidak selalu harus menghapus identitas lama. Di saat kawasan lain berlomba membangun rumah beton permanen, sebagian masyarakat di Bojongmangu masih memilih mempertahankan rumah panggung warisan keluarga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus solusi yang terbukti cocok dengan kondisi lingkungan sekitar.
Salah satu alasan rumah panggung tetap dipertahankan adalah karakteristik tanah wilayah Bojongmangu yang cenderung bergerak. Struktur rumah panggung dinilai lebih elastis mengikuti perubahan tanah dibanding bangunan tembok permanen yang rentan retak ketika terjadi pergeseran. Hal ini membuat rumah tradisional tetap relevan hingga sekarang, bukan hanya karena nilai budaya tetapi juga faktor keamanan.
Pada akhirnya, Desa Bojongmangu bukan hanya tentang rumah tua atau suasana kampung yang tenang. Lebih dari itu, desa ini menjadi simbol tentang bagaimana sebuah masyarakat mampu menjaga identitas di tengah arus perubahan besar. Ketika kawasan industri terus tumbuh di sekitar Bekasi, Bojongmangu tetap berdiri sebagai wajah lama yang menjaga cerita, tradisi, dan jejak kehidupan masa lalu agar tidak hilang ditelan zaman.
