Sejalan dengan itu, optimalisasi fasilitas kesehatan tingkat pertama berupa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terus dikebut dan ditargetkan rampung secara menyeluruh pada tahun depan. Setelah menyelesaikan pembangunan Puskesmas Kotabaru pada tahun ini, pemerintah daerah menyisakan satu proyek pembangunan Puskesmas di wilayah Jatisari untuk melengkapi target pemenuhan fasilitas kesehatan yang merata hingga tahun 2030.
“Masalah kesehatan saya bilang tetap jangan pernah diganggu lah, walaupun anggarannya besar hampir 320 miliar dalam setahun. Ini semua buat kesejahteraan masyarakat. Insyaallah, untuk Puskesmas tahun depan selesai semua, tinggal satu di Jatisari. Setelah itu, saya akan fokus penuh terhadap pendidikan,” tegasnya optimis.
Sementara itu, menanggapi ketahanan pangan di daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, Bupati Aep menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah secara intensif melakukan normalisasi dan perbaikan saluran air, baik jaringan tersier maupun sekunder, dengan tetap bersinergi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Baca Juga:Forkab III KORMI Karawang Resmi Dimulai, Pertandingan IDCA Jadi PembukaRayakan HUT ke-74, RSUD Karawang Gelar Doa Bersama dan Soft Launching Ruang Rawat Inap 'PEDES'
Sebagai langkah konkret penunjang mobilitas hasil tani, Pemerintah Kabupaten Karawang juga berencana menggandeng Komando Distrik Militer (Kodim) setempat melalui program karya bakti terpadu. Kerja sama ini nantinya akan difokuskan secara khusus untuk membangun dan membenahi Jalan Usaha Tani (JUT) di berbagai desa, sehingga para petani dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.(aufa)
