Musim Pertama Bersama PSIM, Van Gastel Akui Banyak Belajar Hal Baru

Van Gastel
Musim Pertama Bersama PSIM, Van Gastel Akui Banyak Belajar Hal Baru
0 Komentar

kbeonline.id – Musim BRI Super League 2025/26 menjadi pengalaman pertama bagi pelatih asal Belanda, Jean Paul Van Gastel, merasakan atmosfer sepak bola Indonesia. Bersama PSIM Yogyakarta, pelatih yang akrab disapa Van Gastel itu mengaku menikmati setiap proses yang dijalaninya selama satu musim penuh.

Sebagai tim promosi, PSIM sebenarnya sempat mengejutkan banyak pihak. Pada putaran pertama, Laskar Mataram mampu bersaing di papan atas dan menembus jajaran enam besar klasemen. Meski persaingan semakin ketat pada paruh kedua musim, PSIM tetap mampu menutup kompetisi dengan hasil yang cukup positif.

Tim kebanggaan Yogyakarta tersebut finis di posisi ke-11 dengan koleksi 45 poin. Dari 34 pertandingan yang dijalani, PSIM mencatatkan 11 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 11 kekalahan. Dari sisi produktivitas, mereka berhasil mencetak 43 gol dan kebobolan 44 kali sepanjang musim.

Baca Juga:Persib Bersiap Hadapi Empat Ajang, Manajemen Pastikan Tambah Kekuatan SkuadHasil Drawing ACC Shopee Cup 2026/27: Persib Satu Grup dengan JDT dan Port FC

Perjalanan Tandang Jadi Pengalaman Berharga

Van Gastel mengungkapkan bahwa salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah tantangan perjalanan di Indonesia. Berbeda dengan yang biasa ia alami di Eropa, beberapa laga tandang mengharuskannya bersama tim menghabiskan waktu berhari-hari di perjalanan.

“Saya sangat menikmati tahun pertama saya di sini. Banyak sekali perjalanan yang harus dilalui sehingga saya harus beradaptasi dengan situasi tersebut,” ujar Van Gastel.

Menurutnya, ada momen ketika tim harus menjalani perjalanan tandang hingga empat hari. Pengalaman seperti itu menjadi sesuatu yang benar-benar baru dalam karier kepelatihannya.

Fanatisme Suporter Jadi Daya Tarik Utama

Selain tantangan perjalanan, atmosfer pertandingan di Indonesia juga meninggalkan kesan mendalam. Van Gastel menilai Super League merupakan kompetisi yang sangat kompetitif, terlebih karena dukungan suporter yang begitu besar.

Ia mengaku sangat menikmati pertandingan yang dipenuhi penonton, termasuk laga kandang terakhir PSIM yang berhasil ditutup dengan kemenangan. Baginya, pertandingan di Jakarta dan Bandung yang dihadiri puluhan ribu suporter menggambarkan esensi sepak bola sesungguhnya.

Belajar Budaya Baru di Yogyakarta

Tak hanya mendapatkan pengalaman di lapangan, Van Gastel juga menikmati kehidupan barunya di Indonesia. Selama tinggal di Yogyakarta, ia merasa mendapat kesempatan mengenal budaya yang berbeda dan bertemu banyak orang baru.

0 Komentar