KARAWANG, KBEONLINE.ID – Penerapan jadwal pemadaman listrik bergilir oleh PLN di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang berpotensi memengaruhi kelancaran pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP. Pasalnya, seluruh tahapan pelayanan SPMB berbasis digital dan bergantung pada ketersediaan pasokan listrik, jaringan internet, serta perangkat pendukung lainnya.
Potensi gangguan tersebut mulai dirasakan pada hari pertama pelaksanaan SPMB, Rabu (17/6), di SMPN 1 Karawang Barat. Pemadaman listrik yang berlangsung selama beberapa jam menghambat proses pelayanan, khususnya pada tahapan verifikasi berkas calon peserta didik.
Salah seorang panitia SPMB SMPN 1 Karawang Barat, Tolib, menjelaskan bahwa pelayanan pendaftaran bagi orang tua calon peserta didik dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia melanjutkan proses verifikasi berkas yang menjadi bagian penting dalam tahapan seleksi.
Baca Juga:Angkat Hasil Bumi Bersama, Polres Karawang Komit Jaga Ketahanan PanganPolres Karawang Perkuat Pilar Ketahanan Pangan
Namun, pada saat proses verifikasi berlangsung, pasokan listrik terputus mulai pukul 13.30 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan pelayanan tidak dapat berjalan secara optimal karena sistem SPMB bergantung pada listrik dan koneksi internet.
“Pada hari Rabu, saat pertama pelaksanaan SPMB, listrik padam sekitar pukul 13.30 hingga 16.00. Kondisi ini sempat menghambat proses pelayanan, terutama pada tahapan verifikasi yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 sampai 14.30,” ujarnya, Jumat (19/6).
Menurutnya, meskipun panitia tetap berupaya memberikan pelayanan, keterbatasan pasokan listrik membuat proses verifikasi tidak dapat dilakukan sebagaimana mestinya. Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat menjadi kurang maksimal.
Tolib berharap selama pelaksanaan SPMB yang berlangsung hingga 29 Juni mendatang tidak ada lagi pemadaman listrik di lingkungan sekolah. Ia menilai stabilitas pasokan listrik menjadi faktor penting agar seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami berharap selama pelaksanaan SPMB hingga 29 Juni nanti tidak ada lagi pemadaman listrik di sekolah, sehingga seluruh proses dapat berjalan lancar dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif guna meminimalkan dampak pemadaman listrik terhadap pelaksanaan SPMB.
