kbeonline.id – Penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija Jakarta membawa harapan besar bagi para pendukung Macan Kemayoran. Namun di balik ekspektasi tinggi tersebut, pelatih asal Korea Selatan itu menyadari bahwa kursi pelatih Persija juga datang dengan tekanan yang tidak kecil.
Bagi Shin, situasi seperti ini bukanlah hal baru. Selama berkarier sebagai pelatih, baik di level klub maupun tim nasional, ia sudah terbiasa menghadapi tuntutan untuk meraih hasil terbaik. Karena itu, tekanan justru dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola profesional.
Tekanan Adalah Bagian dari Pekerjaan
Shin Tae-yong menegaskan bahwa posisi pelatih, terutama di klub besar seperti Persija, memang tidak pernah lepas dari sorotan publik. Setiap keputusan, strategi, hingga hasil pertandingan akan selalu menjadi bahan pembicaraan.
Baca Juga:Persijap dan Carlos Franca Sepakat Berpisah Jelang Super League 2026/27Pernah Sukses Bersama, Tavares Optimistis Sananta Kembali ke Performa Terbaiknya
Meski demikian, ia tidak melihat tekanan sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Menurutnya, cara terbaik untuk mengurangi beban adalah dengan melakukan persiapan secara matang jauh sebelum pertandingan berlangsung.
“Posisi ini bukanlah tempat yang tanpa tekanan, melainkan tempat yang menerima tekanan kuat. Dengan memikirkan hal itu dan melakukan persiapan jauh-jauh hari, kami bisa menghindari banyak tekanan,” ujar Shin Tae-yong.
Punya Cara Khusus Mengelola Stres
Pelatih berusia 55 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya memiliki metode tersendiri dalam menghadapi pertandingan. Ia biasanya memberikan fokus penuh pada persiapan tim hingga dua hari sebelum laga dimulai.
Pada periode tersebut, seluruh aspek teknis dan taktis dipersiapkan secara detail agar tim siap tampil maksimal. Setelah itu, Shin memilih untuk mengurangi beban pikiran dan berusaha lebih rileks menjelang pertandingan.
Menurutnya, langkah tersebut membantu dirinya tetap tenang saat pertandingan berlangsung dan menghindari stres yang berlebihan.
“Mulai satu hari sebelum pertandingan, saya mencoba melupakan beban itu dan bersiap agar bisa menghadapi pertandingan dengan nyaman. Itulah cara saya sendiri untuk melepas stres,” jelasnya.
Kritik Suporter Jadi Bahan Evaluasi
Selain tekanan hasil pertandingan, Shin juga memahami bahwa menjadi pelatih klub besar berarti harus siap menerima berbagai reaksi dari suporter. Pujian bisa datang saat tim menang, tetapi kritik keras juga akan muncul ketika hasil tidak sesuai harapan.
