KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) masih menghadapi pekerjaan rumah besar dalam pemenuhan administrasi kependudukan di kalangan pelajar.
Pasalnya, hingga pertengahan tahun 2026 ini tercatat sebanyak 64.842 siswa yang telah memasuki usia wajib KTP hingga kini belum melakukan perekaman data untuk penerbitan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
Puluhan ribu pelajar tersebut tersebar di berbagai sekolah tingkat SMA, SMK hingga Madrasah Aliyah (MA) di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Kondisi ini mendorong Disdukcapil untuk terus menggenjot program percepatan perekaman melalui layanan jemput bola ke sekolah-sekolah.
Baca Juga:Tasyakuran Kelulusan Kelas VI SDN Lambangsari 05, Siswa Unjuk Bakat dan Seni Budaya War Tiket BTS ARIRANG Day 3 Pecah Rekor! General Sale Tembus 1,5 Juta Antrean Army Rebutan Tiket
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Carwinda, mengatakan pihaknya terus melakukan percepatan perekaman melalui program jemput bola ke sekolah-sekolah di Kabupaten Bekasi.
“Masih ada 64.842 pelajar yang sudah memasuki usia wajib KTP namun belum melakukan perekaman. Karena itu kami terus melakukan percepatan agar mereka segera memiliki identitas kependudukan,” ungkap Carwinda di Cikarang Pusat, Minggu (21/6).
Menurut Carwinda, kepemilikan e-KTP sangat penting karena menjadi identitas resmi yang dibutuhkan dalam berbagai urusan administrasi, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan hingga layanan publik lainnya.
Untuk mengejar target tersebut, Disdukcapil rutin membuka layanan perekaman di sekolah setiap Selasa dan Kamis. Program ini diprioritaskan bagi sekolah yang memiliki lebih dari 100 siswa yang telah memasuki usia wajib KTP.
Melalui layanan jemput bola tersebut, para siswa tidak perlu datang ke kantor pelayanan kependudukan. Petugas akan mendatangi sekolah dan melakukan perekaman langsung di lokasi.
Carwinda menjelaskan, petugas perekaman dibagi menjadi dua tim yang bekerja secara bersamaan di sekolah berbeda sehingga dalam satu hari mampu melayani dua lokasi sekaligus.
“Tim perekaman kami dibagi menjadi dua tim. Setiap tim akan bertugas di satu sekolah, sehingga dalam satu hari terdapat dua lokasi pelayanan. Dengan jadwal Selasa dan Kamis, maka dalam satu pekan kami dapat menjangkau empat sekolah sekaligus,” jelasnya.
Baca Juga:3 Rekomendasi Soto Tangkar Legendaris di Karawang, Ada yang Bertahan Hampir 50 Tahun dan Selalu Ramai PembeliKenapa Penjual Es Teh Ada di Mana-Mana? Ternyata Ada Kaitannya dengan Gagalnya Kebijakan Pemerintah
Selain mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan, program tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar mengenai pentingnya identitas resmi sejak usia 17 tahun.
