Unsika Jadi Tuan Rumah Pertemuan BKS-PTN Wilayah Barat 2026 

Pertemuan BKS-PTN Wilayah Barat 2026.
Unsika Jadi Tuan Rumah Pertemuan BKS-PTN Wilayah Barat 2026. --KBE--
0 Komentar

KARAWANG, KBEONLINE.ID – Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi menjadi tuan rumah dalam pertemuan Sela Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat Bidang Pendidikan Tahun 2026. Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unsika pada Rabu malam, 17 Juni 2026, bertempat di Gedung Bale Indung Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh para dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dari berbagai perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia. Kehadiran para akademisi terkemuka ini bertujuan untuk memperkuat sinergi serta merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi dan dasar di tanah air.

Dekan FKIP Unsika, Prof. Dr. H. Sutirna, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Unsika sebagai host pelaksana.

Baca Juga:FKIP Unsika Gelar Seminar Internasional dan Pertemuan Sela BKS PTN Barat 2026UNSIKA Jadi Tuan Rumah LKTM BKS PTN Wilayah Barat 2026, Dorong Budaya Riset Mahasiswa

“Ini adalah penghargaan besar bagi Unsika untuk menjadi tuan rumah pertemuan para Dekan BKS-PTN Wilayah Barat se-Indonesia. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, termasuk teman-teman pers yang membantu mempublikasikan kegiatan nasional yang menjadi kebanggaan bagi Unsika dan Indonesia ini,” ujar Prof. Sutirna.

Prof. Sutirna menjelaskan bahwa pertemuan kali ini dikemas secara berbeda dan lebih berbobot melalui penyelenggaraan seminar internasional yang menghadirkan narasumber dari Kedutaan Besar Amerika Serikat bidang pendidikan, Profesor Jonton. Selain itu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) juga dijadwalkan hadir untuk membedah isu krusial mengenai Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa inovasi terbesar dalam agenda tahun ini adalah peluncuran lomba kemahasiswaan se-wilayah barat di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kompetisi ini diharapkan mampu mendongkrak rating nasional masing-masing universitas yang berhasil mencatatkan mahasiswanya sebagai juara.

“Dengan berhasilnya mahasiswa dalam lomba tingkat nasional ini, maka rating perguruan tinggi tersebut akan naik. Ini merupakan kontribusi nyata dan peningkatan kualitas yang objektif bagi masing-masing kampus anggota,” tambah Prof. Sutirna.

Selain kompetisi, pertemuan para dekan ini juga membawa misi penting untuk memberikan rekomendasi tertulis kepada Menteri Pendidikan Tinggi serta Menteri Pendidikan Dasar. Rekomendasi tersebut berkaitan erat dengan isu sensitif yang berkembang saat ini mengenai rencana peleburan lembaga keguruan dan ilmu pendidikan.

0 Komentar