Waduk Cirata Bukan Sekadar PLTA Tetapi Ada Panorama Alamnya Siap Bikin Pengunjung Betah Berlama-lama

Waduk Cirata
Waduk Cirata tak hanya dikenal sebagai salah satu waduk terbesar di Indonesia sekaligus lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini juga menawarkan rute perjalanan yang memadukan panorama alam, suasana pedesaan,
0 Komentar

KBEONLINE.ID BANDUNG BARAT – Waduk Cirata tak hanya dikenal sebagai salah satu waduk terbesar di Indonesia sekaligus lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini juga menawarkan rute perjalanan yang memadukan panorama alam, suasana pedesaan, hingga kisah nyata mengenai persoalan lingkungan yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Salah satu jalur menuju Waduk Cirata dapat ditempuh melalui wilayah Kecamatan Cipatat hingga Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Sepanjang perjalanan, pengendara akan disuguhkan pemandangan yang berubah drastis dari kawasan perkotaan menuju perbukitan hijau, perkebunan, hingga bentangan danau raksasa yang memanjakan mata.

Berawal dari Rajamandala, Jalur Alternatif Menuju Cirata

Perjalanan dimulai dari kawasan Pasar Rajamandala yang berada di jalur nasional Bandung–Cianjur. Dari titik ini, kendaraan berbelok menuju jalur alternatif Cipeundeuy yang mengarah langsung ke kawasan Waduk Cirata.

Baca Juga:Kampung Sejuk di Tengah Megahnya Cikarang, Desa Ridogalih Cibarusah Simpan Suasana Pedesaan yang Masih AsriSurga Mainan Murah di Jakarta! Pasar Asemka Jadi Andalan Reseller dari Berbagai Daerah

Karakter jalan didominasi turunan panjang dengan panorama bukit yang mulai terlihat sejak kilometer awal. Arus kendaraan juga relatif lebih lengang dibanding jalur nasional sehingga banyak dimanfaatkan para pengendara motor yang ingin menikmati perjalanan santai.

Meski demikian, kondisi jalan tetap memerlukan kewaspadaan karena beberapa tikungan dan turunan cukup curam, terutama bagi pengendara yang baru pertama kali melintas.

Melintasi Kawasan TPA Sarimukti

Beberapa kilometer setelah meninggalkan Rajamandala, perjalanan memasuki kawasan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Desa Rajamandala Kulon. Di lokasi ini terlihat antrean truk sampah yang keluar masuk membawa limbah dari wilayah Bandung Raya.

Keberadaan TPA tersebut menghadirkan kontras tersendiri. Aroma menyengat dan aktivitas kendaraan pengangkut sampah menjadi gambaran nyata tantangan pengelolaan limbah di kawasan perkotaan yang berdampingan dengan wilayah pedesaan.

Meski hanya berlangsung di sebagian jalur, kawasan ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan lingkungan masih menjadi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan wilayah Bandung Raya.

Hutan Rimbun dan Kampung Asri Menjadi Penawar

Usai melewati kawasan TPA, suasana perjalanan berubah total. Jalan mulai diapit pepohonan tinggi yang didominasi vegetasi perkebunan serta kawasan hutan sehingga udara terasa jauh lebih sejuk.

0 Komentar