Dari bibir kolam, panorama yang tersaji menjadi nilai jual utama tempat ini. Hamparan sawah bertingkat, lembah hijau, hingga permukiman warga terlihat jelas dari ketinggian. Saat cuaca cerah, pandangan bahkan bisa menjangkau kawasan Kelapa Nunggal hingga batas wilayah Bekasi di kejauhan. Duduk di pinggir kolam sambil menikmati angin pegunungan terasa cukup untuk melepas penat tanpa harus pergi jauh ke kawasan wisata yang lebih ramai.
Datang Sore Hari Menjadi Waktu Terbaik Menikmati Suasana
Berada di lokasi pada siang hari memang tetap menyenangkan, namun sinar matahari terasa cukup terik karena area kolam berada di ruang terbuka tanpa banyak pepohonan peneduh. Saat matahari berada tepat di atas kepala, suhu terasa lebih panas dibanding kawasan sekitar sehingga penggunaan topi atau tabir surya cukup disarankan bagi pengunjung yang ingin berenang lebih lama.
Suasana mulai berubah ketika waktu menunjukkan pukul tiga sore. Angin pegunungan bertiup lebih sejuk, cahaya matahari menjadi lebih lembut, dan pemandangan perbukitan terlihat semakin indah. Menjelang senja, langit perlahan berubah warna menjadi jingga sehingga menghadirkan panorama yang sangat cocok dinikmati sambil duduk santai di tepi kolam ataupun mengabadikan momen bersama keluarga.
Baca Juga:Cara Membersihkan Noda Hitam Membandel di Sela Keramik Kamar Mandi Hanya Modal Rp6.000 Pakai Ramuan DapurSurga Tersembunyi di Ujung Industri Cikarang Ada Desa Asri dengan Hamparan Sawah Luas dan Udara Segar
Fasilitas yang Masih Terus Dibenahi Setelah Dibuka Kembali
Kolam Renang Gunung Karang Saat sempat mengalami masa vakum sebelum akhirnya kembali dibuka untuk umum pada awal 2025. Saat berkeliling area bawah, fasilitas utama seperti kolam anak, ruang ganti pakaian, serta pancuran bilas sudah dapat digunakan dengan baik. Kondisinya cukup bersih dan memadai bagi pengunjung yang datang untuk berenang bersama keluarga.
Namun ketika mencoba naik ke area atas melalui tangga yang tersedia, terlihat beberapa bangunan lama yang belum sepenuhnya direnovasi. Bekas saung, gazebo, musala panggung hingga area restoran kayu masih berdiri, tetapi sebagian sudah lapuk dimakan usia. Karena itu, pengunjung disarankan lebih berhati-hati apabila ingin berkeliling ke bagian atas dan tidak bersandar pada pagar atau bangunan kayu yang kondisinya sudah menua.
Warung Sederhana Menemani Waktu Bersantai
Di sekitar kolam terdapat warung sederhana milik warga yang menjual kebutuhan ringan bagi pengunjung. Setelah selesai berenang, menikmati mi instan hangat atau secangkir kopi sambil memandang hamparan sawah menjadi aktivitas sederhana yang terasa sangat nikmat. Beberapa minuman dingin dan gorengan juga tersedia dengan harga yang masih ramah di kantong.
