Sebagai langkah lanjutan, BULOG juga menawarkan pelaksanaan spraying maupun fogging di lingkungan permukiman yang terdampak. Namun, pelaksanaannya tetap menunggu persetujuan dari para penghuni rumah.
Selain itu, BULOG akan memasang lampu berintensitas tinggi di beberapa titik untuk menarik hama berkumpul sehingga proses fumigasi maupun penyemprotan dapat dilakukan lebih efektif.
“Hama ini cenderung menyukai tempat yang terang. Karena itu akan kami atasi dengan pemasangan lampu yang sangat terang agar mereka berkumpul, kemudian dilakukan fumigasi atau spraying kembali,” ungkap Andi.
Baca Juga:BULOG Karawang Bergerak Cepat Atasi Keluhan Hama Gudang, Warga Terdampak Disiapkan PenangananBulog Karawang Pastikan Beras di Gudang Tetap Aman Dikonsumsi Meski Muncul Keluhan Kutu Beras
Sementara itu, Direktur Operasional BGR Logistik Indonesia, Indra Illiana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario teknis untuk mendukung penanganan yang dilakukan BULOG.
“Ada beberapa skenario yang sudah kami siapkan. Tahap awal akan kami lakukan sesuai yang disampaikan BULOG, termasuk mencoba menutup beberapa area sebagai bagian dari upaya pengendalian hama,” katanya.
Sebelumnya, Pemimpin Cabang BULOG Karawang, Rafki Ismael, memastikan pihaknya telah berkoordinasi secara intensif bersama pengelola gudang untuk menangani penyebaran hama tersebut. Selain fumigasi pada stok beras menggunakan teknik sulfur, BULOG juga menyiapkan spraying, fogging, dan langkah pengendalian lainnya di lingkungan sekitar warga.
Menurut Rafki, keberadaan gudang merupakan bagian penting dari infrastruktur ketahanan pangan nasional. Namun demikian, operasional gudang harus tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi.
“BULOG akan terus melakukan monitoring, perawatan gudang, serta koordinasi dengan pihak terkait agar kondisi lingkungan tetap terkendali dan kenyamanan warga kembali terjaga,” ujar Rafki.
