KBEONLINE.ID, KARAWANG – Perum BULOG bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait munculnya hama gudang jenis Tribolium yang dilaporkan masuk hingga ke kawasan permukiman di sekitar kompleks pergudangan beras di Kabupaten Karawang. Penanganan dilakukan dengan melibatkan pengelola gudang, BGR Logistik Indonesia, serta berdiskusi langsung dengan masyarakat untuk menentukan langkah pengendalian yang paling efektif.
Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG, Andi Afdal Abdullah, saat meninjau langsung gudang penyimpanan beras di kompleks pergudangan Genesis di Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, Sabtu (4/7/2026).
Andi mengakui pihaknya menerima laporan adanya keluhan warga yang tinggal di sekitar gudang mengenai keberadaan hama Tribolium. Atas kondisi tersebut, BULOG menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan bertanggung jawab penuh terhadap penanganannya.
Baca Juga:BULOG Karawang Bergerak Cepat Atasi Keluhan Hama Gudang, Warga Terdampak Disiapkan PenangananBulog Karawang Pastikan Beras di Gudang Tetap Aman Dikonsumsi Meski Muncul Keluhan Kutu Beras
“Secara prinsip kami Perum BULOG bertanggung jawab penuh dan meminta maaf sebesar-besarnya atas keluhan masyarakat. Kami sudah langsung mengambil langkah cepat untuk menindaklanjuti dan mencari jalan keluar terbaik. Bersama BGR selaku pengelola gudang, kami juga berdiskusi dengan masyarakat sekitar untuk menentukan solusi terbaik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak pertama kali hama tersebut ditemukan, tim pergudangan langsung melakukan penanganan sesuai prosedur pengendalian hama gudang terpadu.
Menurut Andi, hama Tribolium merupakan hama sekunder yang berbeda dengan hama primer karena tidak menyerang beras utuh, melainkan butiran pecahan atau menir.
“Perlu diketahui, ini adalah hama sekunder dari komoditas beras, bukan hama primer. Beras yang tersimpan tetap aman. Di kompleks pergudangan ini tersimpan sekitar 102 ribu ton beras dan secara rutin kami melakukan Pengendalian Hama Gudang Terpadu (PHGT),” katanya.
Ia menambahkan, BULOG selama ini telah menjalankan berbagai langkah preventif untuk mencegah berkembangnya hama gudang, mulai dari menjaga kebersihan gudang, fumigasi berkala setiap tiga bulan, hingga penyemprotan (spraying) setiap bulan.
“Hal-hal penting itu kami lakukan secara preventif melalui kebersihan gudang dan langkah lainnya. Fumigasi dilakukan rutin setiap tiga bulan dengan jadwal tertentu, sedangkan spraying dilakukan setiap bulan. Ini merupakan langkah proaktif, bukan hanya menjaga kualitas komoditas, tetapi juga mengantisipasi dampaknya terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.
