Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti dan Tantang Juara Bertahan Argentina di Perempat Final

Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti dan Tantang Juara Bertahan Argentina di Perempat Final
Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti dan Tantang Juara Bertahan Argentina di Perempat Final
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Babak 16 besar Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan drama yang menguras emosi. Kali ini, Swiss berhasil memastikan tiket ke perempat final setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti usai bermain imbang tanpa gol selama 120 menit di BC Place Stadium, Vancouver, Kanada.

Meski tidak menghasilkan satu gol pun selama waktu normal dan perpanjangan waktu, pertandingan ini justru menjadi salah satu laga paling menegangkan di fase gugur. Kedua tim bermain dengan disiplin tinggi, saling mengunci, dan tidak memberikan ruang sedikit pun kepada lawannya. Pertandingan berjalan layaknya pertarungan di atas es tipis, di mana satu kesalahan kecil saja bisa mengakhiri mimpi sebuah negara di Piala Dunia.

Babak Pertama: Duel Taktik dan Gemilangnya Dua Kiper

Sejak peluit kick-off dibunyikan, pertandingan langsung berjalan dengan tempo tinggi. Kolombia mencoba mengambil inisiatif serangan melalui kreativitas James Rodriguez yang terus bergerak di antara lini tengah dan lini depan. Gelandang berpengalaman itu beberapa kali melepaskan umpan-umpan matang ke jantung pertahanan Swiss, memaksa Manuel Akanji dan rekan-rekannya bekerja ekstra keras mengamankan daerah pertahanan.

Baca Juga:Pesona Gunung Gajah Jonggol : Mendaki Hanya Satu Jam dengan Tanjakan Ekstrem dan Panorama MemukauDramatis! Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Sempat Tertinggal dan Comeback 3-2 atas Mesir

Peluang pertama Kolombia hadir lewat situasi bola mati. Umpan James disambut sundulan Jhon Lucumi yang mengarah ke gawang, tetapi Gregor Kobel dengan sigap mengamankan bola. Tidak lama berselang, Gustavo Puerta melepaskan sepakan melengkung indah ke arah pojok atas gawang. Stadion sempat terdiam sesaat sebelum Kobel terbang dan melakukan penyelamatan luar biasa. Swiss pun merespons melalui pergerakan Dan Ndoye dan Fabian Rieder, namun Camilo Vargas menunjukkan kualitasnya di bawah mistar dengan menggagalkan peluang emas Swiss. Hingga turun minum, kedua tim masih sama kuat dengan skor 0-0.

Babak Kedua: Ketegangan Meningkat dan Mistar Jadi Penyelamat

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun sedikit pun. Namun, kedua tim mulai terlihat lebih berhati-hati karena menyadari satu gol saja bisa menjadi penentu. Granit Xhaka terus menjadi metronom permainan Swiss dengan mengatur ritme serangan dari lini tengah, sementara James Rodriguez tetap menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Swiss melalui umpan-umpan panjang dan bola matinya.

0 Komentar