Salah satu sorotan tertuju kepada Ayyoub Bouaddi. Gelandang muda tersebut sempat berharap mendapat panggilan dari Timnas Prancis sebelum akhirnya memilih membela Maroko. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Bouaddi untuk menunjukkan kualitasnya di hadapan negara yang pernah mengabaikannya.
Maroko dengan Wajah Baru yang Lebih Menyerang
Berbeda dengan Piala Dunia 2022, Maroko kini tampil lebih berani dan agresif. Di bawah asuhan Mohamed Ouahbi, Singa Atlas tidak hanya mengandalkan pertahanan solid, tetapi juga aktif menekan lawan sejak awal pertandingan.
Maroko kini lebih sering menerapkan high pressing dan berusaha merebut bola secepat mungkin ketika kehilangan penguasaan. Pendekatan tersebut membuat mereka menjadi salah satu tim yang paling merepotkan untuk dihadapi sepanjang turnamen.
Baca Juga:Mau Nonton Gratis di Smart TV? Ini Cara Install Adixtream Bitv dan Cineflow dengan MudahENHYPEN Konser di JIS pada Januari 2027 Resmi Umumkan Seat Plan dan Harga Tiket : Ayo Nabung ENGENE Indonesia
Kekuatan lain Maroko berada di sektor tengah. Mereka memiliki banyak pemain yang mampu mengontrol tempo permainan sekaligus mematikan kreativitas lawan. Strategi ini diperkirakan akan menjadi senjata utama untuk meredam dominasi lini tengah Prancis.
Rekor Tak Terkalahkan yang Mengerikan
Singa Atlas datang ke perempat final dengan modal luar biasa, yakni rekor 34 pertandingan tanpa kekalahan. Catatan tersebut menunjukkan betapa konsistennya performa Maroko dalam beberapa tahun terakhir.
Rekor impresif itu bahkan membuat pelatih Prancis, Didier Deschamps, memberikan pujian khusus. Menurutnya, Maroko adalah salah satu tim yang paling berbahaya di Piala Dunia 2026 dan layak disebut sebagai kandidat juara.
Dengan mental yang sangat kuat dan performa yang terus menanjak, Maroko jelas bukan lagi tim kejutan. Mereka kini menjadi salah satu kekuatan besar yang mampu mengalahkan siapa saja di panggung dunia.
Prancis Andalkan Trisula Mematikan
Meski Maroko tampil mengesankan, Prancis tetap memiliki kualitas individu yang luar biasa. Les Bleus mengandalkan trisula maut yang diisi oleh Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan Michael Olise.
Ketiga pemain tersebut menjadi sumber utama gol Prancis di Piala Dunia 2026. Kombinasi kecepatan, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan peluang membuat lini depan Les Bleus menjadi salah satu yang paling ditakuti di turnamen.
Tidak hanya itu, Didier Deschamps juga memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Nama-nama seperti Désiré Doué dan Bradley Barcola siap menjadi pembeda dari bangku cadangan apabila pertandingan berjalan sulit.
