Hilang 4 Hari, Pelancong Bandung yang Terseret Arus Saat Bermain Papan Selancar Ditemukan Tewas di Pangandaran

Ilustrasi meninggal dunia
ILUSTRASI : Pelancong Bandung yang Terseret Arus Saat Bermain Papan Selancar Ditemukan Tewas di Pangandaran. (freepik)
0 Komentar

KBEONLINE.ID, BANDUNG – Muhammad Rizki (20), wisatawan alias pelancong asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang hilang terseret arus saat bermain papan selancar di Pantai Barat Pangandaran, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Senin (20/7/2026) dini hari.

Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 03.20 WIB, terdampar di bibir Pantai Barat Pangandaran, tepatnya di kawasan Pos 5 dekat Taman Pangandaran Sunset, sekitar 3 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hilang. Berbeda dari laporan awal, jenazah pertama kali ditemukan bukan oleh warga, melainkan oleh seorang pengunjung yang tengah beraktivitas menjelang waktu subuh.

Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, mengatakan pihaknya langsung bergerak begitu menerima kabar dari wisatawan yang menemukan jenazah tersebut. Kondisi tubuh korban dilaporkan secara umum masih utuh, meski terdapat beberapa luka bekas gigitan ikan.

Baca Juga:Momentum Dies Natalis ke-18, Fasilkom UNSIKA dan Brits Hotel Karawang Sepakati Kerja Sama Program MagangKetika KCP Mall Menjadi Bagian dari Pulang ke Rumah Nenek

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Pangandaran, AKP M Anang Tri Sodikin, menjelaskan bahwa korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan sudah kembali terdampar ke pinggir pantai, bukan di tengah laut seperti dugaan sebelumnya.

“Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Pandega Pangandaran untuk proses identifikasi, sebelum akhirnya langsung dipulangkan ke rumah duka di Bandung,” ungkap Anang.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, turut membenarkan evakuasi tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur tim SAR gabungan, terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan yang terlibat sepanjang operasi pencarian.

Berawal dari Ombak

Peristiwa nahas ini bermula pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 17.40 WIB, saat Rizki bersama dua rekannya, Jatniko dan Rian, bermain papan selancar di kawasan antara pos 3 dan pos 4 Pantai Barat Pangandaran, tepat di depan Hotel Menara Laut.

Ketiganya disebut masih beraktivitas di laut meski batas waktu berenang yang diizinkan sudah berakhir, hingga akhirnya dihantam gelombang besar yang menyeret mereka ke tengah laut.

Jatniko berhasil diselamatkan oleh seorang nelayan yang kebetulan melintas dan melihatnya terbawa arus, sementara Rian menyelamatkan diri dengan berenang sendiri ke tepi pantai. Rizki yang terseret paling jauh ke tengah laut tak kunjung ditemukan hingga 3 hari pencarian berlalu, sebelum akhirnya jasadnya terdampar kembali ke pesisir pada hari ke-4.

0 Komentar