KBEONLINE.ID, BEKASI – Pelaksanaan Piala Soeratin U-13 Regional Kabupaten Bekasi 2026 yang digelar Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Bekasi mendapat kecaman usai sejumlah ofisial tim peserta memprotes dugaan tidak adanya dokter maupun peralatan medis yang disiagakan selama pertandingan berlangsung, padahal hal tersebut merupakan kewajiban penyelenggara sesuai regulasi kompetisi.
Protes mencuat setelah seorang pemain SSB Kesatria Muda mengalami cedera saat menghadapi SSB ARC Cikarang di Stadion Mini Tambun Selatan, Sabtu (25/7). Pemain tersebut terjatuh usai berduel memperebutkan bola dengan pemain lawan dan harus menghentikan pertandingan karena mengalami cedera.
Alih-alih mendapatkan penanganan dari petugas medis, pemain justru ditolong oleh pelatih dan ofisial tim. Kondisi itu memicu kekecewaan pihak SSB Kesatria Muda yang menilai panitia tidak siap mengantisipasi situasi darurat di lapangan.
Baca Juga:Ngamar Nggak Mau Bayar dan Bawa Lari iPhone, Pria Hidung Belang di Karawang Ini Berakhir DipukuliDihuni Jajaran Pelatih Berkualitas, SSB Bintang Muda Karawang Komitmen Cetak Pesepak Bola Profesional
Pelatih SSB Kesatria Muda, Coach Sandi, mengatakan keselamatan pemain seharusnya menjadi perhatian utama dalam kompetisi usia dini. Menurutnya, risiko benturan dan cedera merupakan bagian dari pertandingan sepak bola sehingga keberadaan tenaga medis tidak bisa diabaikan.
“Anak kami mengalami cedera, tetapi tidak ada dokter ataupun tenaga medis yang memberikan pertolongan. Akhirnya kami sendiri yang menangani. Padahal ini pertandingan resmi dan pesertanya anak-anak,” ujar Sandi kepada Cikarang Ekspres.
Ia menegaskan, kondisi tersebut bertolak belakang dengan regulasi yang menjadi pedoman penyelenggaraan kompetisi.
Dalam Pasal 14 tentang Tugas dan Kewenangan Penyelenggara huruf e, disebutkan bahwa penyelenggara wajib menyediakan dokter dan tenaga medis, termasuk peralatan kesehatan pada saat pertandingan.
“Aturannya jelas. Penyelenggara wajib menyediakan dokter dan tenaga medis beserta perlengkapan kesehatannya. Namun yang terjadi di lapangan tidak demikian. Ini harus menjadi evaluasi serius,” tegasnya.
Menurut Sandi, keterlambatan penanganan terhadap pemain yang mengalami cedera berpotensi memperparah kondisi apabila insiden yang dialami lebih serius. Karena itu, ia meminta Askab PSSI Kabupaten Bekasi tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal sepele.
Ia berharap penyelenggara segera melakukan evaluasi menyeluruh agar seluruh pertandingan lanjutan Piala Soeratin U-13 berlangsung sesuai standar keselamatan yang telah diatur dalam regulasi.
