Bumbu rujaknya dibuat langsung secara mendadak menggunakan cabai rawit, bumbu gula dan sedikit perasan cuka. Tingkat kepedasannya juga bisa disesuaikan dengan permintaan pengunjung. Hasilnya adalah perpaduan rasa pedas, manis, asam dan gurih yang menyatu dengan tekstur renyah buah salak.
Yang membuat cara menyantapnya semakin unik, salak terlebih dahulu dikupas dan dibuang bijinya. Daging buah kemudian digunakan untuk mengerok atau menyerok bumbu rujak langsung dari cobek atau wadahnya. Satu porsi dibanderol Rp20.000 dan sudah termasuk racikan bumbu rujak, sehingga pengunjung tidak perlu membayar tambahan untuk bumbunya.
Bukan Cuma Rujak, Ada Buni, Nangka hingga Kecombrang
Selain rujak salak, Ma Ambreh juga menyediakan sejumlah hasil kebun dan bahan makanan tradisional. Pengunjung dapat menemukan nangka manis segar hingga buah buni yang dijual sekitar Rp10.000 per porsi. Buah-buahan tersebut memberikan pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati hasil kebun lokal secara langsung.
Baca Juga:Ternyata Keluarga Presiden Pernah Makan di Lotek Legendaris Karawang yang Sudah Ada Sejak 1954Saatnya Jadi Pelari Kalcer? Modal Kurang dari Rp500 Ribu Sudah Bisa Dapat Sepatu Lari Lokal Berkualitas
Ada pula kembang rendong atau kecombrang segar yang dijual sekitar Rp5.000 per plastik. Bahan tersebut biasa digunakan masyarakat untuk membuat masakan tradisional, termasuk oseng atau tumisan teri. Keberadaan hasil kebun seperti ini membuat suasana kuliner di Ma Ambreh terasa dekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan.
Untuk minuman, tersedia es kelapa muda atau kelapa susu yang disajikan dalam gelas besar dengan harga sekitar Rp5.000. Minuman dingin tersebut cocok menjadi pendamping rujak salak, terutama untuk meredakan sensasi pedas dari cabai rawit yang digunakan dalam bumbu.
Sate Kikil dan Usus Rp10 Ribu, Bisa Jadi Teman Ngemil
Bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan lebih mengenyangkan, tersedia pula sate kikil dan sate usus ayam dengan bumbu kacang. Sajian tersebut dilengkapi potongan lontong sehingga bisa menjadi pilihan makanan ringan sekaligus pengganjal perut ketika berkunjung bersama keluarga.
Bumbu kacangnya memberikan rasa gurih dan menjadi pelengkap yang cocok dengan tekstur kikil maupun usus. Kombinasi sate, bumbu kacang dan lontong membuat menu ini memiliki karakter rasa yang berbeda dari rujak salak, sehingga pengunjung bisa menikmati lebih dari satu jenis kuliner dalam satu kunjungan.
