Mengapa “Internet Mati” Ini Diciptakan?
Internet tidak “dimatikan” oleh satu entitas jahat tunggal, melainkan oleh dorongan ekonomi kapitalisme digital. Ada dua alasan utama mengapa internet berubah menjadi pabrik konten otomatis:
Manipulasi Algoritma & Monetisasi: Bot digunakan untuk mendongkrak jumlah penonton (views), pengikut (followers), dan engagement secara buatan agar sebuah akun bisa mendapatkan iklan atau pendanaan platform.
Pengumpulan Data (Data Scraping): Perusahaan teknologi membutuhkan miliaran teks dan gambar untuk melatih model AI mereka, sehingga mereka menerjunkan bot untuk terus-menerus memanen data di seluruh penjuru web.
Baca Juga:Sunk Cost Fallacy: Mengapa Kita Sulit Melepaskan Hal yang Jelas-Jelas Merugikan?The Parasocial Relationship: Mengapa Kita BIsa Merasa Sangat Kenal dan Sedih Saat Streamer/Streamer Favorit Me
Cara Tetap Menjadi “Manusia” di Internet yang Mati
Konsep Dead Internet Theory tidak bertujuan untuk membuat kita menjadi pesimis atau berhenti menggunakan teknologi, melainkan menjadi panggilan untuk meningkatkan kesadaran kognitif.
Di tengah lautan konten otomatis yang dangkal, nilai dari interaksi manusia asli menjadi jauh lebih mahal dan berharga. Kita dituntut untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi oleh komentar bot yang dirancang untuk memicu emosi, serta lebih menghargai ruang-ruang komunitas kecil tempat manusia nyata masih benar-benar berkumpul dan berbicara dari hati ke hati.
